Takmir Masjid di Gresik Meninggal Tak Wajar

klikjatim.com
Ilustrasi meninggal dunia.

KLIKJATIM.Com | Gresik – Askuri asal Desa Serah Kecamatan Panceng ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar. Keluarga tak mau lapor Polisi.

Baca juga: Apresiasi Perjuangan Atlet, KONI Sampang Guyur Reward bagi Peraih Medali Porprov Jatim 2025

Pria yang berusia 70 tahun itu  salah seorang takmir masjid yang juga tokoh masyarakat Desa Serah Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik itu memenuat geger warga setempat.

[irp]

Peristiwa itu terjadi pagi hari, Senin (13/7/2020) korban sudah tak bernyawa di Depan Kamar pribadinya.

Saat itu, ada bekas  luka memar di pelipis kanan serta banyak bercak darah di badan dan bagian kepala korban.

"Memang meninggalnya tidak wajar. Saat kita mandikan jenazahnya ada banyak darah di sekitar kepala dan bagian perut. Tahu meninggal pada pagi hari. Bahkan ada darah di kasur korban," ungkap Kasi Kesra (Modin), Desa Serah, Ulim ketika dikonfirmasi, Kamis (16/7/2020).

[irp]

Dikatakan Ulum, sebenarnya meninggalnya Askuri itu sangat tidak wajar. Pihak pemerintah desa sudah melakukan upaya maksimal agar kejadian tersebut dilaporkan ke pihak yang berwajib yakni kepolisian.

Baca juga: Serahkan SK PNS dan Perpanjangan PPPK, Bupati Gresik Tekankan Integritas ASN

"Tapi keluarganya tidak mau. Keluarga hanya bilang meninggal jatuh dari tempat tidur. Setelah korban ditemukan meninggal kita sudah mengundang keluarga dan pemerintah desa siap mendampingi melaporkan kejadian tersebut," imbuhnya.

Salah satu saksi Saikhun menambahkan sosok Askuri merupakan salah satu tokoh masyarakat desa setempat. Bahkan, korban dikenal baik kepada siapapun. 

Saat mengetahui kejadian tersebut, Saikhun mengaku kaget. Sebab, sehari sebelumnya ia sempat bertemu dengan korban. "Padahal sebelumnya bersama saya, dan masih sangat sehat. Kok paginya ada kabar beliau meninggal dunia," katanya.

Sementara itu Kepala Unit Resort Kriminal Polsek Panceng Ipda Moch Dawud membenarkan kejadian tersebut. Bahkan, ia sudah mendapatkan informasi meski tidak ada laporan secara resmi. "Tidak ada laporan ke kita," ucapnya singkat.

Baca juga: Peringati Hari K3 Internasional, Pelindo Multi Terminal Berbagi Strategi Keselamatan Kerja di Forum Global USU-USM

Soal kabar korban meninggal diduga karena dibunuh, Ipda Dawud masih belum bisa menyimpulkan. Sebab, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam.

"(Karena meninggal tidak wajar) kita tapi tetap kita melakukan penyelidikan," ujarnya. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru