KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – DPRD Bojonegoro mengingatkan kepada masyarakat dalam menyambut hari raya Idul Adha nanti agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Khususnya bagi para panitia penyembelihan maupun penjual hewan kurban, karena berpotensi terjadinya kerumunan massa yang dikhawatirkan malah menambah sebaran pandemi Covid-19 di daerah setempat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Dewan, Donny Bayu Setiawan. Menurut dia, pelaksanaan tahun ini akan berbeda dengan sebelum-sebelumnya karena ada pandemi Covid-19.
Baca juga: Langgar Aturan, Pertamina Putus Hubungan Usaha 7 Pangkalan LPG 3 Kg di Jatimbalinus
[irp]
“Karena dalam suasana Covid-19, kita harus menghindari hal-hal yang mungkin bisa menyebarkan virus corona. Oleh karena itu saya mengimbau seluruh elemen masyarakat dalam melaksanakan Idul Adha dan pemotongan hewan kurban agar memperhatikan protokol kesehatan,” tandas politisi PDIP tersebut, Selasa (14/72020).
Sementara itu, Kabid Kesehatan Peternakan pada Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegroo, Sugiharti mengatakan, pihaknya tetap akan memantau hewan-hewan kurban yang biasanya dijual di pinggir-pinggir jalan raya. Tujuannya untuk mengecek kondisi di lapangan, apakah hewan itu layak atau sedang sakit?
Baca juga: Ratusan Calhaj Sumenep Berstatus Risiko Tinggi, Pengawasan Kesehatan Diperketat
[irp]
"Nanti H minus 7 (H-7, red) Idhul Adha akan kami periksa di lapangan," ungkapnya.
Baca juga: Said Abdullah Ingatkan Disiplin Kader, Cak Fauzi Bidik 15 Kursi DPRD Sumenep
Tidak cukup hanya itu. Lebih lanjut diungkapkan, nantinya Dinas Peternakan dan Perikanan juga menetapkan 4 langkah panduan pelaksanaan pemotongan hewan korban. Antara lainnya harus jaga jarak fisik (Physical Distancing), penerapan higiene personal, pemeriksaan kesehatan awal serta penerapan higiene dan sanitasi.
“Dengan adanya penerapan protokol kesehatan semoga tidak terjadi apa yang tidak kita inginkan di tengah pandemi Covid-19 ini," pungkasnya. (nul)
Editor : M Nur Afifullah