KLIKJATIM.Com | Gresik - Pemerintahan Kabupaten Gresik memastikan jika layanan kesehatan untuk warga Gresik menjadi fokus pelayanan di tengah pandemi Covid-19. Salahsatunya dengan dilaksanakannya rapid test gratis untuk calon mahasiswa asal Gresik yang akan mengikuti ujian tulis berbasis komputer (UTBK) seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) di Perguruan Tinggi Jawa Timur.
[irp]
Baca juga: Deninta dari Surabaya dan Akhdan dari Malang Jadi Raka-Raki Jawa Timur 2026
Kadinkes Gresik drg. Saifudin Ghozali menjelaskan, Pemkab Gresik sudah berupaya secara maksimal untuk pelayanan kepada para calon mahasiswa itu. Pihaknya sudah menyediakan tiga puskesmas di Gresik. Karena di sebagian puskesmas juga melakukan peran tracking pasien dan perawatan pasien.
"Puskesmas sendiri juga punya peran penting, tracking, dan perawatan pasien," katanya saat gelar pres confers di Rumah Dinas Bupati Usai acara bersama Wakpolda Jatim. Sabtu (4/7/2020).
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi menyebutkan, Pemkab sudah bertanggung jawab untuk pelayanan rapid test. Adapun rapid test di Puskesmas tidak dipungut biaya, dan membawa persyaratan KTP asal Gresik dan surat rekomendasi kampus. "Pemkab sudah hadir dalam melakukan tanggung jawab untuk masyarakat dalam pelayanan rapid test," katanya.
Baca juga: Pemkab Gresik Perkuat Pengawasan JKN, Cegah Fraud di Seluruh Fasilitas Kesehatan
[irp]
Secara teknis, lanjut Reza, dua puskesmas yang melayani rapid test Sidayu dan Driyorejo memungkinkan membuat antrian sangat luas dan jauh kerumunan. "Kalau di Sukomulyo tempatnya kecil, dan pendaftarannya online untuk menghindari kerumunan, intinya pemerinyah hadir," jelas Reza
Dikonfirmasi secara terpisah Petugas loket Puskesmas Nur Saadah membenarkan sistem pelayanan puskesmas Sukomulyo dengan pendaftaran online. "Para peserta yang ingin lakuka rapid test bisa lihat dan unduh register pendaftaranDi Ig Sukomulyo, mulai jam 4 sore sudah bisa diisi, dan besoknya bisa datang ke Puskesmas langsung lakukan rapid test," katanya saat ditemui di Puskesmas Sukomulyo, Manyar Gresik.
Dikatakan, jika kuota sudah penuh maka puskesmas akan menutup pedaftaran rapid testnya. "Kalau koutanya penuh, nanti ditutup. Ini sehari dibatasi 50 orang," pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi