DPRD Bojonegoro Apresiasi Pembangunan Jembatan Penghubung Jatim-Jateng

klikjatim.com
Anggota Komisi D DPRD Bojonegoro, Ahmad Shofiyuddin atau Gus Shofi. (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Pembangunan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora diapresiasi DPRD Bojonegoro. Pembangunan jembatan tersebut dinilai bakal mampu mendongkrak perekonomian warga.

Anggota Komisi D DPRD Bojonegoro, Ahmad Shofiyuddin mengatakan, pembangunan jembatan di Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho itu merupakan langkah tepat yang dilakukan Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah. Sebab, dengan dibangunnya jembatan akses warga semakin mudah mengembangkan perekonomian.

Baca juga: Demo Ricuh di Dinas Pertanian Sampang, Mahasiswa Tuntut Mafia Pupuk Ditindak dan Usut Hilangnya Hand Traktor

[irp]

"Saya kira bupati sudah tepat, menggunakan uang rakyat untuk kepentingan rakyat. Jembatan itu nanti akan sangat banyak manfaatnya, bahkan untuk warga luar Bojonegoro juga bisa menikmatinya," jelas dia, Kamis (2/7/2020).

Dikatakan politisi muda yang akrab disapa Gus Shofi, pembangunan jembatan ini menyedot dana dari APBD Bojonegoro tahun 2020 Rp 97,6 miliar. Rencananya, jembatan yang juga menghubungkan Provinsi Jatim dan Jateng ini selesai dibangun akhir tahun ini.

"Perencanaannya juga bagus. Ndak sampai setahun ditargetkan sudah selesai. Kami di legislatif mendukung upaya pemerintah mempermudah akses warga, apalagi wilayah itu termasuk yang jauh dari perkotaan," kata Gus Shofi yang duduk di Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Bojonegoro.

Baca juga: Ekonomi Nasional Menguat, Arus Peti Kemas Pelindo Terminal Petikemas Tumbuh 6,87 Persen di 2025

[irp]

Proses pembangunan jembatan itu telah dimulai dengan peletakan Batu pertama oleh Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah, Rabu (1/7/2020). Hadir juga dalam kegiatan itu Wakil Bupati Blora.

Bupati Bojonegoro Anna Muawannah mengatakan pembangunan jembatan yang melintasi sungai terpanjang di Pulau jawa ini sebenarnya sudah direncanakan sudah sejak dulu. Namun, hanya sebatas rencana dan belum ada reaslisasi sampai sekarang.

Baca juga: Tudingan Pencemaran Nama Baik Berujung Laporan Polisi, Kades Sumberagung dan Warga Akhirnya Damai

"Akhirnya saya langsung turun dan datang ke Blora juga untuk menanyakan permasalahan mengapa kok belum bisa terwujud," katanya. (mkr)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru