Gara-gara Sampah, Kantor Konjen AS Didemo Warga di Surabaya

klikjatim.com
Foto : Massa aksi nampak menenteng banner yang berisi tentang penolakan. (Niam Kurniawan/klikjatim.com)

KLIKJATIM.com | Surabaya - Puluhan massa dari warga sekitar menggelar demonstrasi di kantor Konsulat Jendral (Konjen) Amerika Serikat (AS) di Surabaya, Jumat (12/7/2019). Unjuk rasa (Unras) masyarakat ini terkait penolakan masuknya sampah ke Jawa Timur (Jatim).

Koordinator aksi, Joko Berek mengatakan, saat ini Bea Cukai Tanjung Perak sedang memeriksa 38 kontainer dari Amerika. Menurutnya, sebagai negara maju seharusnya tidak membuang sampah ke wilayah Jawa Timur.

Baca juga: Bersama 1.125 Masyarakat, Gubernur Khofifah Gelar Aksi Bersih Sampah dan Tanam Pohon di HLH Sedunia 2026

[irp]

"Sampah yang dikirim berupa kotoran manusia, sampah popok bayi, celana dalam, tas kresek, botol plastik, bungkus makanan, sachet dan sampah rumah tangga," katanya.

Baca juga: Ratusan Bikers Honda Ramaikan Vario Street Nation di Surabaya, Perkenalkan Vario 125 Street

Berdasarkan UU 18/2008, UU 32/2009 sudah jelas melarang masuknya sampah rumah tangga ke Indonesia. Namun Amerika dinilai tidak menghargai NKRI dan dituding melakukan tindak pidana lingkungan hidup.

Kini Jawa Timur dalam posisi genting. Rawan penyelundupan sampah yang dapat merugikan masyarakat secara luas.

[irp]

Baca juga: Perekaman Data E-KTP Kota Surabaya Capai 99,68 Persen

Diketahui juga sebelumnya, sebanyak delapan kontainer dari Australia terpaksa diamankan Bea Cukai. Sebab berisi sampah plastik, dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Pihaknya tidak akan tinggal diam melihat semakin masifnya penyelundupan sampah tersebut. Masyarakat Jatim harus bergerak menolak dan mengecam keras tindakan ini.

"Kami dari kesatuan aksi tolak sampah USA dan meminta USA untuk tidak membuang sampah rumah tangga ke Indonesia, tidak melakukan penyelundupan kotoran ke Jawa Timur," pungkas Joko. (nk/roh)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru