KLIKJATIM.Com | Jember – Pemkab Jember akan segera mencetak buku shalawat dan buku religi untuk anak-anak. Hal ini untuk mendorong Jember menjadi kabupaten religius.
Baca juga: Verval Data Kemiskinan Desil 1 di Jember: Ambisi Akurasi yang Berujung Pro-Kontra
Saat ini, kata wabup, Dewan Pendidikan Kabupaten Jember sedang menyelesaikan tugas untuk membuat buku pedoman sholawat anak Jember. “Ini merupakan salah satu agenda Dewan Pendidikan,” ujarnya.
Dalam menyusun buku itu, Dewan Pendidikan juga mengundang beberapa kiai yang berkompeten dalam sholawat dan kelompok jamiiyah sholawat untuk memberikan masukan.
“Karena di Jember banyak jamiyah sholawat jadi kita undang untuk memberikan masukan, dan alhamdulillah semua pihak menyambut gembira,” ungkapnya.
[irp]
Ada beberapa kriteria dalam buku panduan sholawat anak Jember itu. Nantinya sholawat yang digunakan tidak begitu panjang, karena hanya dimasukkan dalam acara doa di sekolah sehingga tidak sampai menganggu kurikulum sekolah dan tidak mengganggu jam belajar.
Sebisa mungkin, kata wabup, sholawat itu sudah familiar di kalangan anak anak. “Ini sebetulnya hanya pintu masuk saja. Tujuan akhirnya adalah bagaimana anak-anak Jember yang muslim Ini bisa menjadi anak yang cinta Rasul dan senang membaca sholawat,” urainya.
Baca juga: Domino Naik Kelas: Surabaya Domino Tournament 2026 Sukses Jaring 1.500 Peserta Menuju Liga Pro
Di samping itu, Dewan Pendidikan menginginkan Jember menjadi kabupaten yang religius, terutama untuk generasi muda.
Karena menjadi generasi muda yang religius, salah satu tolak ukurnya, kalau dalam Islam adalah cinta kepada rasul dan wujudnya senang bersholawat.
[irp]
“Saya yakin apabila anak Jember dari tingkatan TK, SD, SMP, RA, MI, MTS semuanya bisa sukses sesuai dengan rencana, senang bersholawat, akan berpengaruh terhadap pendidikan karakter anak-anak di jember,” katanya.
Baca juga: Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Ruas Protokol Bojonegoro Terendam Banjir
Ada satu usulan baru dan sangat penting, masih kata wabup, untuk menghindari kecemburuan. Yakni Dewan Pendidikan juga diminta untuk bertemu dengan tokoh-tokoh agama Hindu, Budha, Katolik, dan Kristen.
“Kira-kira kalau dalam agama mereka apa yang harus menjadi titik tekan. Kalau Islam sholawat, kalau mereka apa,” terangnya, Kamis, (25/6/2020). (hen)
Editor : Abdus Syukur