KLIKJATIM.Com l Gresik - Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik menyatakan gerhana matahari cincin yang terlihat di wilayah Gresik termasuk di Pulau Bawean, pada Minggu (21/6/2020) siang.
Gerhana matahari cincin di Indonesia yang teramati sebagai gerhana matahari sebagian itu tepatnya akan terlihat di Kecamatan Tambak, dengan persentase piringan matahari yang tertutup mencapai 2 persen dan durasi 1 jam, 1 menit, 16 detik.
Baca juga: Sinergi Pemkab dan BUMD, Bojonegoro Borong Piala Regional Economic Award 2026
Muhammad Asep Maulidi asal pemuda Desa Kumalasa, Sangkapura Bawean mengatakan, di Bawean juga nampak, cuma tidak terlalu nampak karena memang sebelumnya saat pagi hujan deras. "Tadi pagi hujan dan menjelang mahgrib reda, dan nampak cahaya matahari, tidak seperti hati biasanya," ujarnya.
Humas Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Gresik Angga Purwancara menuturkan, tidak semua kota di Indonesia akan terlihat fenomena alam tersebut, dan hanya sejumlah kota saja yang bisa, termasuk di Kepulauan Bawean.
"Persentase piringan matahari yang tertutup mencapai 2 persen dengan durasi gerhana 1 jam, 1 menit, 16 detik. Maka lokasi yang paling kecil di Gresik di Kecamatan Wringin Anom, hanya 0,33 persen dengan durasi 34 menit," ujarnya, Minggu (21/6/2020).
Sementara LFNU Gresik saat melakukan observasi juga menggelar salat gerhana berjamaah, sebagai rasa syukur dalam rangka menyiarkan Islam dan ilmu pengetahuan terkait gerhana.
"Observasi dilengkapi dengan kaca mata gerhana dan didukung dengan beberapa peralatan modern, di antaranya teleskop dengan monting motorik, total station dan alat-alat lainnya," tandasnya.
Sementara Dewan Pakar LFNU Gresik H Abdul Muid mengatakan, berdasarkan perhitungan hisab, secara global gerhana matahari cincin akan terjadi mulai pukul 04:03:33 UT sampai pukul 09:49:36 UT.
Pusat gerhana berdasarkan Fred Espenak berada di koordinat 30° 31′ 11.10″ LU; 79° 40′ 30.32″ BT. Titik koordinat tersebut berada di dataran tinggi Uttarakhand India.
Baca juga: Buka LKMM-TM Universitas Muhammadiyah, Pak Yes Beberkan Posisi Lamongan di Era Polycrisis
Namun, menurut perhitungan LFNU dengan metode Kitab Al-Durru Al-Aniqu, pusat gerhana di koordinat 31° 05′ 60″ LU; 85° 21′ 36″ BT titik koordinat tersebut berada di sebelah utara danau Zhari Namco dataran tinggi Tibet.
"Secara umum gerhana meliputi Benua Afrika (kecuali bagian barat), Eropa bagian barat, Timur Tengah, Asia dan Laut Pasific," jelasnya.
Ia mengakui, momen gerhana matahari cincin ini bisa diamati di sebagian wilayah Indonesia walaupun hanya terlihat sebagai gerhana parsial.
[irp]
Baca juga: Padukan G7KAIH dan Program Gayatri, Arumi Bachsin Genjot Karakter Serta Gizi Ribuan Anak Bojonegoro
"Sebagian kota-kota di Indonesia tetap bisa melihat gerhana matahari cincin ini secara parsial meskipun ada beberapa kota yang tidak bisa melihat karena bayangan bulan yang menutupi matahari tidak sampai pada koordinat tersebut," ucapnya.
[irp]
Selain Gresik, gerhana bulan juga terlihat di beberapa wilayah di Jatim seperti Magetan, Pacitan, Ponorogo, Terenggalek, Tulungagung, Blitar, dan Malang selatan. (bro)
Editor : Redaksi