Kasus Kematian Pasien Positif Covid-19 Jatim Jadi yang Tertinggi

klikjatim.com
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuadi. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Angka kematian pasien positif covid-19 Jatim menjadi yang tertinggi di Indonesia. Data hingga Kamis (11/6/2020) total ada 575 kasus kematian di Jatim.

Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan virus Corona merupakan hal baru. Ciri dari virus Corona adalah sulit diprediksi.

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara

[irp]

"Perjalanan penyakit menderita covid-19 unpredictable (tidak bisa diprediksi). Sampai saat ini kita semua tidak tahu bagaimana rahasia covid-19," kata Joni di Surabaya, Jumat (12/6/2020).

Joni mencontohkan ada anak muda di RSU Soetomo berumur 38 tahun yang mengalami gagal nafas. Kemudian dimasukkan di ruang ventilator.

"Lalu bisa duduk bisa makan, akhirnya dipindah di Highcare, lalu tiba-tiba meninggal seperti kayak kena jantung. Inilah covid-19 susah diprediksi," jelasnya.

Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep

"Ada lagi pasien yang datang dengan keadaan buruk sudah memakai ventilator. Kita rawat. Lalu sehat, dan sekarang orangnya gemuk. Jadi ini barang baru (covid-19). Kami berupaya menekan angka kematian," terangnya.

Selain tidak bisa diprediksi, Dirut RSU dr Soetomo ini menilai ada pasien yang sebenarnya tahu dirinya covid-19 tapi denial (menolak dirawat).

[irp]

Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan

"Sampai akhirnya berat dan meninggal dunia. Kalau di Soetomo, 62,9 persen menggunakan ventilator meninggal dunia. Kita belum tahu mengapa, banyak hal yang terus dipelajari," jelasnya.

"Penularannya gampang lewat droplet. Ya harus ditaati, physical distancing, social distancing. Jangan pernah menentang covid-19. Ada yang batuk pilek, meninggal, sangat variasi case-nya. Kami sudah merawat yang sedang opname 231 orang," pungkas Joni. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru