KLIKJATIM.Com | Gresik - Aksi M. Rosidi, warga Sangkapura, Kabupaten Gresik sempat viral di media sosial setelah video saat memukul salah satu tenaga medis di RSUD Umar Mas'ud Bawean tersebar. Belakangan telah diketahui, alasan laki-laki 49 tahun itu nekat melakukan aksi brutalnya karena ingin menghadiri wisuda anaknya di Surabaya namun tidak kebagian alat rapid tes. Padahal dia sudah susah payah melengkapi persyaratan agar bisa menyeberang ke Pulau Jawa.
Informasi yang dihimpun, ternyata aksi penganiayaan oleh Rosidi kala itu sempat terekam CCTV di Rumah Sakit dan tersebar. Dalam video berdurasi 40 detik itu menunjukkan seorang pria berbaju biru yang bernama Rosidi, awalnya melampiaskan emosi dengan memaki-maki tenaga medis berbaju hijau. Beberapa saat kemudian emosi Rosidi semakin memuncak dan memukul tenaga medis tiga kali dengan tangan kosong serta menendangnya. Hal ini langsung mengundang reaksi orang-orang di sekitar untuk melerai peristiwa tersebut.
Baca juga: Serahkan SK PNS dan Perpanjangan PPPK, Bupati Gresik Tekankan Integritas ASN
[irp]
Saat dikonfirmasi, Direktur RSUD Umar Masud Bawean, dr Tony S Hartanto membenarkan adanya penganiayaan yang terjadi pada hari Minggu (31/5/2020) itu. Dan, pihaknya juga sudah membawa kasus ini ke polisi pada hari Selasa (2/6/2020) kemarin.
"Iya benar, ada warga yang tidak terima karena tak kebagian jatah rapid tes. Yang bersangkutan juga sampai memukul bagian kepala tenaga medis kami sampai tiga kali," kata dr Tony.
Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona
Dari informasi yang didapatkan, lanjutnya, Rosidi hendak melakukan rapid tes karena ingin mendatangi acara wisuda anaknya di Surabaya. "Mungkin yang bersangkutan merasa tidak terima karena saat dia datang kuota rapid tes tinggal dua alat saja. Dalam sehari kuota rapid tes hanya dibatasi 10 saja," ujarnya.
[irp]
Baca juga: Ratusan Pebasket Ramaikan Turnamen 3 on 3 Gressmall, Gresik Punya Lapangan Standar Internasional
Sementara itu, Kapolsek Sangkapura, AKP Rahmad juga mengakui, pihaknya sudah menerima laporan dari manajemen RSUD Umar Mas'ud terkait dugaan penganiayaan oleh Rosidi. Tapi, beruntung perseteruan kedua belah pihak bisa dimediasi.
"Keduanya sepakat damai. Rosidi sudah meminta maaf dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi. Korban tenaga medis juga sudah memaafkan," pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi