Dari 17.000 Karyawan Mie Sedaap, Baru 500 yang Dilaporkan Jalani Rapid Tes

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Sejumlah karyawan PT KAS Mie Sedaap saat sedang berada di pintu masuk pabrik.

KLIKJATIM.Com | Gresik—Ribuan pekerja pabrik mie instan PT Karunia Alam Segar (KAS) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik terus beraktifitas selama pandemi virus corona atau covid-19. Dari total sekitar 17.000 karyawan, data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Gresik, baru 500 karyawan yang dilaporkan telah menjalani rapid tes.

Kepala Disnaker Kabupaten Gresik, Ninik Asrukin mengatakan, data yang diterima Disnaker sebanyak 500 karyawan telah melakukan rapid tes. Sayangnya, Ninik belum mengetahui hingga saat ini berapa banyak perusahaan mie instan itu telah melakukan rapid tes terhadap karyawannya.

Baca juga: Tragedi di Perlintasan KA Kalitidu, Pria Asal Sumatera Selatan Tewas Tertemper KA Gumarang

"Saat Kami sidak beberapa waktu lalu perusahaan telah melakukan instruksi pemkab, saat itu 500 karyawan dilaporkan telah jalani rapid tes, kurang tahu kalau sekarang sudah berapa yang telah jalani rapid," kata Ninik Asrukin saat dikonfirmasi klikjatim.com, Rabu (3/6/2020).

[irp]

Berbeda dengan pernyataan Ninik, Ketua Serikat PUK FSPKEP KSPI PT KAS Andreas Eko Sanjoyo mengatakan, pihak perusahaan telah melakukan rapid tes karyawannya sejak dimulainya penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gresik.

“Sudah dilakukan rapid tes sejak dimulainya PSBB. Setiap hari sekitar 100-200 karyawan,” tegas dia.

Andreas menambahkan, hasil rapid tes itu juga telah dilaporkan kepada Disnaker dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Sayangnya, Andreas tidak merinci secera pasti berapa jumlah karyawan yang telah menjalani rapid tes. Andreas juga enggan membeberkan hasil rapid tes terhadap karyawan.

“Pokoknya reaktif maupun non reaktif, semuanya sudah kami laporkan kepada Disnaker dan Dinkes,” beber Andreas.

Baca juga: Uang Rp74 Juta Hampir Melayang, Warga Sampang Bongkar Modus Penipuan Minyak Goreng di Facebook

Perwakilan PT KAS, Peter Sindaru saat dikomfirmasi melalui sambungan seluler juga belum bisa memberikan informasi lebih rinci terkait aktifitas perusahaan dengan merek Mie Sedaap selama pandemi covid-19 dan penerapan PSBB di Kabupaten Gresik.

“Nanti saja saja saya jelaskan lebih detailnya di kantor,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Serikat Pekerja seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Gresik, Ali Muhsin Djalil mendesak pihak pabrik mie sedaap untuk melakukan rapid test terhadap seluruh karyawan. Lantaran ribuan karyawan tersebut intens berinteraksi dengan karyawan lain saat sebelum masuk pabrik di parkiran atau di warung, di dalam pabrik dan dengan masyarakat dilingkungannya saat dirumah. 

[irp]

Baca juga: Bantu Siswa Tentukan Kampus Impian, MGBK Gresik Gelar Edu Fair 2026 yang Diikuti 3.800 Peserta

"Satu saja ada yang positif, maka ini akan menjadi klaster baru yang membahayakan. Nah karena itu sejak lama kami desak seluruh pabrik lakukan rapid test terutama di PT KAS," tuturnya.

Selain mendesak segera dilakukan rapid test, Ali Muhsin juga meminta PT KAS untuk membuat pernyataan jaminan bahwa produknya benar-benar aman dari virus covid-19. 

"Supaya masyarakat tidak khawatir dan terjamin kesehatannya," lanjutnya.

Upaya lain yang disarankan oleh Ali Muksin adalah perusahaan wajib menjamin pekerja nya dipastikan setiap pekerja nya bebas covid 19 dengan cara menyediakan penginapan untuk pekerja atau menyediakan sarana antar jemput pekerja. Kemudian perusahaan wajib melaksanakan tes dapur/swap kepada seluruh pekerja. Serta membuat pengumuman bahwa produknya benar 2 aman dan bebas dari virus covid 19. (mkr)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru