KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Peribahasa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda dibuktikan nyata oleh Mizan Hisyamuddin Ahmad. Sempat tiga kali gagal dalam seleksi kegiatan kepemudaan tingkat nasional, pelajar Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Amin Religi Bojonegoro ini tak lantas patah arang.
Kerja kerasnya membuah hasil manis usai ia terpilih sebagai salah satu dari 100 ketua OSIS dan pemimpin muda terbaik dari berbagai daerah se-Indonesia.
Hisyam berhasil meraih posisi bergengsi tersebut setelah lolos seleksi ketat ajang Indonesian Student Leadership Camp (ISLC) XV 2026 yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Universitas Indonesia pada 17–21 Oktober 2026 di Depok, Jawa Barat.
Bagi Hisyam, capaian nasional ini diraih melalui perjuangan ekstra. Sebelum resmi dinyatakan lolos di ISLC, dirinya harus menelan pil pahit kegagalan berulang. Pengalaman pahit tersebut bahkan sempat membuatnya mempertanyakan kapasitas dan kemampuan dirinya saat harus bersanding dengan ribuan pelajar berprestasi dari daerah lain.
Namun, minat mendalam pada dunia public speaking serta gairah mengasah jiwa kepemimpinan memantik semangatnya untuk kembali mencoba. Usaha pantang menyerah itu akhirnya membuahkan tiket menuju panggung kepemimpinan muda nasional.
"Saya sempat berpikir bahwa ini akan menjadi kesempatan terakhir saya selama masa SMA. Tiga kali gagal sempat membuat saya merasa tidak punya kapasitas bersaing. Namun, ketika akhirnya dinyatakan lolos, rasanya seperti mimpi. Bagi saya, ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah besar yang harus saya bawa dan pertanggungjawabkan," ungkap Hisyam, Senin (02/11/2026).
ISLC XV 2026 mengusung tema "Cultivating Empathetic & Trust Based Leadership for A Harmonious Tomorrow". Forum nasional ini dirancang untuk mempertemukan para ketua OSIS terpilih dalam menyerap materi kepemimpinan, berdiskusi gagasan strategis, serta membangun jejaring persaudaraan pelajar antardaerah.
Selama lima hari melakoni karantina di Depok, Hisyam menyerap berbagai ilmu melalui lokakarya, seminar kepemimpinan, diskusi interaktif, problem-based mentoring, hingga agenda kunjungan ke lembaga negara dan pusat industri. Rangkaian kegiatan ini juga mengintegrasikan agenda Musyawarah Besar Forum OSIS Nasional dan Kenduri Kebangsaan.
Baca juga: Basarnas Jember Edukasi Relawan: Pertolongan Pertama yang Salah Berpotensi Perparah Kondisi Korban
Dari sekian banyak rangkaian acara, salah satu pengalaman paling berkesan bagi Hisyam yakni kesempatan bertandang langsung ke Gedung DPR RI di Senayan. Di sana, ia berkesempatan melakukan dialog interaktif bersama anggota DPR RI Komisi VII, Yoyok Riyo Sudibyo. Tak hanya itu, Hisyam juga berkesempatan berdiskusi langsung di kediaman Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, guna memetik resep perjalanan karier dan kepemimpinan.
Berinteraksi langsung dengan 100 ketua OSIS dari berbagai penjuru tanah air memberi sudut pandang baru bagi Hisyam mengenai esensi seorang pemimpin sejati.
"Setiap orang punya karakter, cara berpikir, dan cara menyampaikan pendapat yang berbeda. Saya belajar bahwa seorang pemimpin harus bisa menurunkan ego, mendengarkan secara aktif, dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi orang lain untuk menyampaikan gagasannya," terangnya.
Bekal ilmu dan wawasan yang didapatkan dari ajang nasional tersebut tidak ingin ia simpan sendiri. Sekembalinya ke Kota Ledre, Hisyam berkomitmen untuk mengimplementasikan prinsip kepemimpinan berbasis empati (empathetic leadership) dan keterbukaan dalam struktur OSIS MBS Al Amin Religi Bojonegoro.
Lebih jauh, ia telah merancang program SAPA (Seminar Inspirasi Pemimpin Muda) yang dikhususkan sebagai ajang sharing pengalaman kepemimpinan bagi para pelajar tingkat SMP, SMA, hingga lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Bojonegoro.
Tak berhenti di situ, Hisyam juga menggagas konsolidasi pengurus OSIS lintas sekolah se-Kabupaten Bojonegoro. Forum silaturahmi ini diproyeksikan menjadi cikal bakal pembentukan Forum OSIS Kabupaten Bojonegoro (FOSKAB)—sebuah wadah kolaborasi antarpelajar Bojonegoro untuk membedah isu sosial, merumuskan ide solutif, serta menyalurkan aspirasi pelajar secara terstruktur kepada Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
"Saya tidak ingin pengalaman di tingkat nasional ini berhenti sebagai pencapaian pribadi. Saya ingin membagikan apa yang saya dapatkan kepada teman-teman pelajar di Bojonegoro. Harapannya, semakin banyak anak muda Bojonegoro yang berani menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi diri, dan ikut memberikan kontribusi nyata bagi daerah," pungkas Hisyam penuh optimistis.
Editor : Fatih