klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Aset OCBC Tumbuh 13 Persen, Penyaluran Kredit Tembus Rp190,8 Triliun pada Kuartal III 2026

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Kantor Pusat PT Bank OCBC NISP Tbk. (Dok)
Kantor Pusat PT Bank OCBC NISP Tbk. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mencatatkan pertumbuhan positif hingga kuartal III 2026. Total aset perseroan mencapai Rp350,5 triliun atau meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Pertumbuhan tersebut ditopang penyaluran kredit yang mencapai Rp190,8 triliun, naik 16 persen secara tahunan. Sementara laba bersih OCBC tercatat sebesar Rp4,03 triliun atau tumbuh 5 persen dibandingkan kuartal III 2025.

Di tengah ekspansi bisnis, OCBC tetap menjaga kualitas kredit melalui penerapan prinsip kehati-hatian. Hal ini terlihat dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) bruto yang terjaga di level 2 persen.

Sementara itu, rasio Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 4,8 persen dari sebelumnya 5,4 persen pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga memiliki pencadangan NPL sebesar 202,9 persen.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) OCBC tumbuh 6 persen YoY menjadi Rp244,2 triliun. Peningkatan tersebut didukung deposito berjangka yang naik 8 persen menjadi Rp109,6 triliun.

Adapun dana giro dan tabungan atau Current Account and Savings Account (CASA) meningkat 5 persen menjadi Rp134,5 triliun. Rasio CASA tercatat sebesar 55,1 persen.

Kondisi permodalan dan likuiditas perseroan hingga September 2026 juga tetap terjaga. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat 23,7 persen, sedangkan rasio kecukupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) mencapai 252,7 persen. Adapun rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 77,5 persen.

Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja mengatakan, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kualitas aset dan pengelolaan risiko yang baik.

"Bagi kami, resiliensi bukan sekadar kemampuan untuk bertahan menghadapi dinamika pasar, tetapi juga kemampuan untuk terus tumbuh secara sehat dan prudent. OCBC secara konsisten menjalankan strategi pertumbuhan bisnis dengan dukungan permodalan dan likuiditas yang solid," ujarnya.

Menurut Parwati, strategi bisnis perseroan tetap berorientasi pada kebutuhan nasabah dan pertumbuhan jangka panjang.

Ke depan, OCBC juga akan memperkuat layanan keuangan untuk berbagai segmen nasabah, termasuk pengembangan layanan wealth management yang lebih personal dan berbasis digital.

Sejumlah inisiatif disiapkan untuk membantu nasabah mengelola keuangan dan merencanakan masa depan. Di antaranya melalui layanan Financial Fit Check Up, For Your Investment, Wealth Discovery, dan Wealth Report.

Sepanjang 2026, OCBC juga mencatatkan sejumlah penghargaan atas inovasi dan kinerja bisnisnya. Di antaranya Best Wealth Management Bank (Affluent Banking) in Indonesia dari The Asian Banker 2026.

Perseroan juga masuk dalam Fortune Indonesia 100 tahun 2025 pada peringkat ke-60 perusahaan terbesar di Indonesia. Selain itu, OCBC meraih Best Investor/Kreditor ESG Award dari KEHATI 2026.

Penghargaan lainnya meliputi Indonesia Sustainable Business & ESG Excellence Awards 2026 dari Majalah SWA untuk kategori Best Innovation in Circular Economy Implementation dan Best Innovation in Sustainable Finance Implementation, masing-masing dengan predikat Very Good.

Di bidang layanan pelanggan, OCBC memperoleh penghargaan Indonesia The Best Contact Center (IBCC) 2026 dari Indonesia Contact Center Association (ICCA), dengan raihan Platinum, Gold, Silver, dan Bronze pada sejumlah kategori.

Pada tingkat global, OCBC menempati peringkat pertama dalam daftar World's Top Performing Banks 2026 yang dirilis Forbes dan Statista. Pada tahun yang sama, The Asian Banker juga menobatkan OCBC sebagai bank terkuat di Singapura dan Asia Pasifik, serta peringkat ketiga terkuat di dunia. 

Editor :