KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp3,25 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027. Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp3,58 triliun.
Gambaran umum rancangan APBD tersebut disampaikan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dalam Rapat Paripurna DPRD Gresik tentang penyampaian nota keuangan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027, Senin 2 November 2026.
Baca juga: Kontrak Habis, Progres Jalan Bungah-Dukun Gresik Baru 48,39 Persen
Dalam pemaparannya, Asluchul Alif menyebutkan, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp3.259.679.917.638,16. Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,64 triliun dan pendapatan transfer sebesar Rp1,61 triliun.
PAD ditargetkan mencapai Rp1.643.612.121.738,16. Kontribusi terbesar berasal dari pajak daerah sebesar Rp1,13 triliun, disusul retribusi daerah Rp411,60 miliar. Kemudian hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp13,94 miliar dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp87,74 miliar.
Sedangkan pendapatan transfer diproyeksikan mencapai Rp1.616.067.795.900. Jumlah tersebut terdiri atas transfer pemerintah pusat sebesar Rp1,46 triliun dan transfer antar daerah sebesar Rp154,20 miliar.
Di sisi belanja, Pemkab Gresik merencanakan anggaran sebesar Rp3.581.516.990.720,75. Belanja tersebut terbagi menjadi belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.
Belanja operasi mendapatkan alokasi terbesar, yakni Rp2,57 triliun. Anggaran ini meliputi belanja pegawai sebesar Rp1,19 triliun, belanja barang dan jasa Rp1,16 triliun, belanja hibah Rp214,68 miliar, serta bantuan sosial Rp1,98 miliar.
Sementara itu, belanja modal direncanakan sebesar Rp493,67 miliar. Dari jumlah tersebut, alokasi untuk pembangunan jalan, jaringan, dan irigasi mencapai Rp219,32 miliar. Kemudian belanja modal gedung dan bangunan sebesar Rp91,99 miliar serta peralatan dan mesin Rp88,45 miliar.
Adapun belanja tidak terduga dialokasikan sebesar Rp16,88 miliar. Sedangkan belanja transfer mencapai Rp500,39 miliar, yang terdiri atas belanja bagi hasil Rp129,91 miliar dan bantuan keuangan Rp370,47 miliar.
Dalam rancangan tersebut, pembiayaan daerah diproyeksikan sebesar Rp321,83 miliar. Seluruhnya berasal dari penerimaan pembiayaan, sementara pengeluaran pembiayaan direncanakan nihil.
Baca juga: PLN Dukung Rencana PLTS Terapung 148 MWp di KEK Gresik, Perkuat Pasokan Energi Bersih
Asluchul Alif menjelaskan, penyusunan APBD 2027 mengacu pada tema pembangunan daerah, yakni penguatan infrastruktur dan layanan dasar serta fondasi pembangunan yang menjadi prasyarat bagi kemajuan pada tahun-tahun berikutnya.
Menurutnya, tema tersebut menjadi arah kebijakan Pemkab Gresik untuk memperkuat kualitas infrastruktur, meningkatkan akses dan mutu pelayanan dasar, serta membangun fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
"Setiap rupiah uang rakyat harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Gresik," ujarnya.
Dia menyampaikan, penyusunan APBD 2027 juga mempertimbangkan kondisi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Gresik pada 2025 tumbuh sebesar 4,91 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp202 triliun.
Struktur ekonomi Gresik masih didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 52,58 persen. Di sisi lain, persentase penduduk miskin pada 2025 tercatat sebesar 9,95 persen, turun dibandingkan 2024 yang mencapai 10,32 persen.
Baca juga: Ketua PCNU Gresik Tekankan Penguatan Peran Pesantren, Bukan Sekadar Bantuan Anggaran
Karena itu, APBD 2027 diharapkan tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kesenjangan, serta memperkuat pelayanan publik.
Dalam rancangan alokasi urusan pemerintahan, anggaran untuk urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar direncanakan mencapai Rp2,17 triliun. Sementara urusan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar sebesar Rp376,39 miliar.
Asluchul Alif berharap rancangan APBD tersebut segera dibahas bersama DPRD Gresik secara mendalam dan konstruktif. Pembahasan diharapkan mengedepankan prinsip kemitraan, keterbukaan, serta tanggung jawab bersama dalam menentukan prioritas pembangunan daerah.
"Kami berharap seluruh tahapan pembahasan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga APBD yang ditetapkan nantinya benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat," tutur Alif.
Editor : Abdul Aziz Qomar