KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan JawaPos.com Wilwatikta Awards 2026 atas keberhasilan memulihkan sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diberikan dalam malam puncak penganugerahan JawaPos.com Wilwatikta Awards 2026 yang berlangsung di Surabaya, Jumat (30/10). Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin hadir mewakili Gubernur Khofifah.
Baca juga: Jaga Daya Beli dan Tekan Inflasi, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-218 di Mojoagung Jombang
Wilwatikta Awards 2026 merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan JawaPos.com bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian kinerja pembangunan pemerintah daerah dengan menggunakan data resmi BPS, melalui sejumlah indikator dan parameter yang terukur.
Gubernur Khofifah menyampaikan, keberhasilan menjaga pertumbuhan dan mendorong kemajuan ekonomi Jawa Timur merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintahan, khususnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan 38 pemerintah kabupaten/kota.
Menurutnya, keselarasan arah pembangunan, perencanaan yang terintegrasi, serta penggunaan data yang sama menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang efektif dan berkelanjutan.
“Ketika Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama 38 kabupaten/kota bergerak dengan data yang sama, terukur, dan terpadu, insyaallah Jawa Timur akan semakin kokoh sebagai Gerbang Baru Nusantara,” ujarnya, Minggu (1/11).
Khofifah menambahkan, upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi harus dilakukan melalui penguatan berbagai sektor produktif yang memiliki kontribusi langsung terhadap perekonomian masyarakat. Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta investasi.
Menurutnya, UMKM dan koperasi merupakan bagian penting dari fondasi ekonomi daerah karena memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, penguatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, serta pengembangan ekosistem usaha yang kondusif perlu terus diperkuat.
“Maka, penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, serta dukungan terhadap ekosistem usaha perlu terus dilakukan agar sektor tersebut semakin produktif dan berdaya saing,” jelasnya.
Selain pemberdayaan UMKM dan koperasi, Khofifah menilai penciptaan iklim investasi yang kondusif juga menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Baca juga: 25 UKM Jatim Berpeluang Ekspor ke Jepang, Potensi Nilai Transaksi Tembus Rp1,13 Triliun
Investasi diharapkan mampu mendorong ekspansi usaha, menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok industri, serta menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dilihat dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, pemerintah harus memastikan bahwa pertumbuhan tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan kesempatan ekonomi di seluruh wilayah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kebijakan pembangunan perlu didukung ketersediaan data yang akurat, mutakhir, dan selaras antardaerah. Data menjadi instrumen penting bagi pemerintah dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, memetakan potensi dan tantangan wilayah, serta menentukan prioritas pembangunan secara tepat sasaran.
Kesamaan basis data dan indikator pengukuran juga memungkinkan capaian pembangunan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dievaluasi secara lebih objektif. Dengan demikian, setiap daerah dapat mengidentifikasi ruang perbaikan sekaligus menyusun strategi pembangunan sesuai karakteristik dan potensi wilayah masing-masing.
Sementara itu, CEO JawaPos.com Dhimas Ginanjar mengatakan, penggunaan nama Wilwatikta yang merujuk pada kejayaan Majapahit mengandung harapan agar semangat kejayaan masa lalu dapat menjadi inspirasi untuk menghadirkan kemajuan di masa kini.
Baca juga: Bupati Lamongan Terima Wilwatikta Awards 2026, Bukti Keberhasilan Jaga Ketahanan Pangan Jawa Timur
“Warisan terbesar bukan sekadar kebanggaan pada masa lalu, melainkan semangat untuk meneruskan kebaikan, menghadirkan kemajuan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, semangat tersebut menjadi landasan penyelenggaraan Wilwatikta Awards, yakni memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang mampu menghadirkan kemajuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Senada, Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati menyampaikan bahwa penggunaan data statistik resmi sebagai dasar penilaian menjadi salah satu terobosan dalam penyelenggaraan Wilwatikta Awards 2026.
Menurutnya, pendekatan berbasis data memungkinkan kinerja pembangunan setiap daerah dinilai secara lebih objektif, transparan, dan terukur. Selain menjadi bentuk apresiasi, hasil penilaian tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat perencanaan pembangunan daerah ke depan.
Herum menegaskan, data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan fondasi penting dalam menghasilkan kebijakan publik yang tepat sasaran. Melalui pemanfaatan data secara optimal, pemerintah daerah diharapkan mampu merumuskan program pembangunan yang lebih efektif sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
Editor : Abdul Aziz Qomar