Dorong Operasional Efisien dan Ramah Lingkungan, Terminal Teluk Lamong Datangkan Alat Bongkar Muat Tenaga Listrik

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
PT Terminal Teluk Lamong (TTL) resmi mengoperasikan Empty Container Handler bertenaga listrik (EH Elektrik) di TPK Teluk Lamong.

KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat komitmen penggunaan peralatan ramah lingkungan guna mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) di sektor kepelabuhanan.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui pengoperasian Empty Container Handler bertenaga listrik (EH Elektrik) di TPK Teluk Lamong mulai Rabu (28/10/2026) untuk menopang pelayanan petikemas kosong (empty).

Baca juga: Pemkot Surabaya Bongkar Bangunan Liar di Atas Saluran Air

Pengoperasian alat angkat petikemas bertenaga listrik ini menjadi bagian integral dari penerapan konsep Green and Smart Port di TTL.

Selain mengakselerasi kelancaran arus operasional, pemanfaatan EH Elektrik diproyeksikan mampu mendongkrak efisiensi energi serta menciptakan ekosistem operasional terminal yang lebih bersih.

Secara spesifikasi teknis, EH Elektrik yang dioperasikan memiliki kapasitas angkat hingga 9 ton dengan kemampuan menumpuk petikemas hingga 7 tingkat (tier). Unit ini dibekali baterai berkapasitas 350 kWh serta motor listrik berkekuatan 135 kW yang sanggup beroperasi secara nonstop hingga 12 jam dalam satu kali pengisian daya.

Baca juga: PLN Dukung Rencana PLTS Terapung 148 MWp di KEK Gresik, Perkuat Pasokan Energi Bersih

Dengan hadirnya 1 unit EH Elektrik baru ini, TPK Teluk Lamong kini diperkuat oleh total 4 unit Empty Handler. Penambahan armada ini tergolong krusial mengingat sepanjang periode Januari–September 2026, volume petikemas empty di TPK Teluk Lamong menembus angka 34.967 TEUs, atau melonjak drastis sebesar 83,82 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 19.023 TEUs.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menjelaskan bahwa langkah elektrifikasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjawab tantangan pertumbuhan volume logistik domestik maupun internasional.

"Kami terus mendorong pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan. Elektrifikasi alat angkat dan angkut petikemas akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari komitmen TTL dalam memperkuat penerapan konsep Green Port dan mendukung pencapaian target NZE di sektor kepelabuhanan," terang Syaiful Anam.

Baca juga: HCML Perkuat Sinergi Industri Gas, Antisipasi Penurunan Permintaan Nataru

Inisiatif terobosan ini selaras dengan agenda Pemerintah Republik Indonesia dalam mempercepat transisi energi, menekan emisi karbon, dan mengembangkan pelabuhan yang berkelanjutan.

Melalui modernisasi alat operasional yang ramah lingkungan, TTL optimistis mampu menjaga kualitas layanan terbaik bagi para pengguna jasa sekaligus merawat kelestarian ekosistem maritim nasional.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru