KLIKJATIM.Com | Gresik - Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menegaskan, tambahan Covid-19 pada pekan lalu yang naik 27 orang dan 29 orang karena kenaikan status dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi Positif. Tambahan itu bukan dari penetapan pasien baru positif.
[irp]
Baca juga: Gresik Bidik Juara Umum Lagi, MTQ XXXII Jadi Panggung Lahirnya Generasi Qurani
Hal itu disampaikan Bupati Sambari saat ditanya tingginya angka covid pada pekan lalu. Dia meluruskan informasi simpang siur yang menyebut Kabupaten Gresik sangat tinggi penularannya. Menurut Sambari, Jumlah PDP di Gresik cukup banyak. Karena statusnya PDP, mereka kemudian menjalani pemeriksaan swab tes laboratorium sejak dua minggu sebelumnya.
Selanjutnya hasil pemeriksaan swab baru keluar pekan lalu antara tanggal 22 mei dan 23 mei. Hasil swab yang disampaikan langsung sekaligus sehingga, yang tadinya PDP kemudian naik menjadi positif. "Jadi istilahnya tambahan itu seperti bom-boman atau tambahan spontan, bukan tambahan karena pemeriksaan baru dan dinyatakan psoitif," terang Sambari Halim Radianto.
Bupati Gresik meyakini, kurva penularan covid-19 di Kabupaten Gresik masih stabil bahkan cenderung melandai. Namun dia tetap meminta warga Gresik untuk tetap mewaspadai penularan itu melalui klaster-klaster yang sudah ditandai oleh tim gugus tugas penanganan Covid-19 di Gresik.
Baca juga: Gresik Bikin Tertarik Diplomat, KEK JIIPE Disebut Kunci Investasi
"Penularan positif Covid-19 yang klaster lokal itu minim. Yang ada malah, klaster itu muncuk dari luar Gresik. Sebut saja klaster pabrik rokok, klaster pasar pabean, klaster anak buah kapal Pelni dan klaster haji Sukolilo. Sementara yang klaster lokal hanya ada di Menganti, itupun karena pedagangnya tertular dari pasar Pabean Surabaya," ujar Bupati Sambari.
[irp]
Untuk itu, kata Sambari Halim Radianto, pada pelaksanaan PSBB III di Kabupaten Gresik memfokuskan pada Peningkatan Protokol Kesehatan (PPK) yang akan diterapkan cukup masif. "Protokol Kesehatan ini tidak hanya di dalam rumah saja melalui perilaku hidup bersih, namun juga seluruh aktifivitas termasuk kerja, ibadah, perdagangan, kebudayaan dan sosial kemasyarakatan. Dengan kesadaran dan dispilin PPK ini, kami berharap akan tumbuh kesadaran di masyarakat bahwa Covid-19 ini bisa kita hindari dengan disiplin dan perilaku hidup bersih sehat," terang Bupati Sambari Halim Radianto.
Baca juga: Terduga Pemalsuan SK CPNS di Gresik Mengaku Jadi Korban, Siap Bongkar Jaringan
Dijelaskan, pada PSBB jilid III ini pihaknya menerapkan peningkatan pengawasan protokol kesehatan di tingkat Desa, RT/RW, pusat kerumunan seperti pasar dan perusahaan. "Untuk perusahaan harus membentuk gugus tugas Covid-19 untuk memastikan pengawasan protokol kesehatan tersebut," kata dia.
Dikatakan, untuk sentra PKL dan UMKM diperbolehkan buka dengan pembatasan jam, diperbolehkan makan ditempat asal menerapkan physical distancing. "Pada PSBB ketiga ini kami juga akan lebih berkonsentrasi membatasi mobilitas warga dari dan ke Surabaya," ungkapnya. (hen)
Editor : Abdul Aziz Qomar