Kemunculan Klaster Pabean, Akses Keluar Masuk Karangrejo Manyar Diperketat

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Ilustrasi : virus corona (ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Antisipasi dari penyebaran virus corona atau Covid-19 masih terus dilakukan hingga di pelosok desa. Terlebih di wilayah setempat sudah ada warga yang dinyatakan positif corona seperti di Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Gresik.

Misalnya dengan memberlakukan penjagaan ketat terhadap warga yang keluar masuk desa. Upaya ini dilakukan untuk merespons munculnya keresahan warga, setelah ada tiga warga terduga positif Covid-19 yang belum diisolasi di rumah sakit (RS) oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes), maupun Gugus Tugas Gresik.

Baca juga: SiLPA APBD Gresik 2025 Tembus Rp452 Miliar, Lebih Besar dari Belanja Modal

"Semua warga yang keluar masuk kami berlakukan protokol Covid-19, kami tes suhu tubu menggunakan thermogun, wajib pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan lainnya," ujar Kepala Desa Karangrejo, Miftahul Hilmi, Selasa (26/5/2020).

[irp]

Dijelaskan, awal kemunculan dugaan warga setempat terpapar Covid-19 karena memang ada 45 orang yang bekerja di Pasar Pabean, Surabaya sebagai penjual ikan. Aktifitas mereka ini sudah lama dan setiap hari pulang pergi ke Pasar Pabean.

Ketika ada pedagang Pasar Pabean terkonfirmasi positif dan muncul klaster Pabean, maka warga Karangrejo tersebut langsung dirapid tes. Hasilnya, ada dua orang dinyatakan reaktif.

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi

Selanjutnya, dari hasil swab mereka ternyata positif corona. Kedua pasien tersebut akhirnya dirawat dan diisolasi di RSUD Ibnu Sina hingga sekarang.

[irp]

Tetapi, lanjut Hilmi, ada tiga warga yang masih isolasi mandiri di rumah. Dia pun berharap, ketiga warga ini bisa diisolasi di Rumah Sakit rujukan pasien Covid-19.

Baca juga: Tinggalkan Kunci di Dashboard Saat Tidur, Motor Pekerja Car Wash di Gresik Raib Digondol Rekan Sendiri

"Saya berharap segera diisolasi agar warga saya tak makin resah," tandasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Kepala Dinkes Gresik, drg. Saifudin Ghozali menegaskan, bahwa tiga warga Karangrejo yang sedang melakukan isolasi mandiri bukanlah pasien positif Covid-19.

"Meteka orang tanpa gejala (OTG) kalau tidak salah. Sehat, tidak ada gejala dan KU baik. Makanya, kita lakukan isolasi mandiri dan rumah sakit hanya untuk yang ada keluhan," ujarnya. (hen)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru