Perbaiki Instalasi Listrik, Tukang Listrik di Jember Ditemukan Tewas di Atap Rumah

Reporter : Muhammad Hatta
Seorang tukang listrik berinisial S, 43, ditemukan meninggal dunia di rangka atap rumah di Perumahan Bumi Puri Nirwana, Kelurahan Karangrejo, Jember. (Hatta/Klikjatim)

KLIKJATIM.Com | Jember – Seorang tukang listrik berinisial S, 43, warga Lingkungan Tegalboto Kidul, Kecamatan Sumbersari, Jember, ditemukan meninggal dunia saat memperbaiki instalasi listrik di sebuah rumah di Perumahan Bumi Puri Nirwana Blok E-21, Kelurahan Karangrejo, Rabu (14/10/2026). Korban ditemukan di rangka atap rumah dengan tangan memegang kabel listrik.

Peristiwa tersebut terungkap setelah warga sekitar curiga karena tidak mendengar aktivitas pekerjaan seperti biasanya. S diketahui telah beberapa minggu mengerjakan perbaikan di rumah tersebut.

Baca juga: Kandang Kambing di Jember Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp 30 Jut

Ketua RW 22, Sudiantoro, mengatakan korban diduga bekerja sendirian saat kejadian karena rekan kerjanya tidak masuk. Menjelang tengah hari, warga mulai curiga lantaran panggilan kepada korban tidak mendapat jawaban.

Pemilik rumah kemudian dihubungi untuk memeriksa kondisi bangunan. Saat masuk ke dalam rumah, pemilik mendapati bagian plafon jebol dan korban berada di bagian atas bangunan.

“Waktu diperiksa, kondisi korban sudah tergantung. Tangannya memegang kabel yang diduga sedang diperbaiki,” ujar Sudiantoro saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Laporan melalui layanan 110 Polres Jember ditindaklanjuti Polsek Sumbersari sekitar pukul 13.18 WIB.

Proses penanganan melibatkan kepolisian, petugas pemadam kebakaran, PLN, serta tenaga medis dari Puskesmas Sumbersari. Sebelum evakuasi dilakukan, petugas PLN terlebih dahulu memutus aliran listrik untuk mengurangi risiko bahaya bagi tim di lokasi.

Danru B Mako Pemkab Jember, Dwi Atmoko, menjelaskan posisi korban di rangka atap membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan dengan mudah. Petugas harus membuka genteng dan memotong rangka galvalum agar tubuh korban dapat dikeluarkan.

Baca juga: Pohon Tumbang di Jalur Gumitir KM 33, Lalu Lintas Sempat Ditutup Saat Evakuasi

Petugas juga menggunakan sarung saat mengangkat korban sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan masih adanya aliran listrik.

“Korban ditemukan sudah tidak sadarkan diri ketika berhasil dievakuasi, dengan luka bakar terlihat pada telapak tangan kirinya,” kata Dwi.

Berdasarkan perkiraan petugas medis yang memeriksa di lokasi, korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua jam sebelum pemeriksaan. Namun, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan hanya dari kondisi korban di lokasi.

Dugaan sengatan listrik muncul karena korban ditemukan saat memperbaiki instalasi dan terdapat luka bakar pada telapak tangannya. Meski demikian, kepastian penyebab kematian tetap memerlukan pemeriksaan medis.

Baca juga: Mahasiswi di Jember Panik Ada Tokek di Dapur, Damkar Turun Tangan

Setelah proses evakuasi selesai dan keluarga tiba, jenazah dibawa menggunakan mobil jenazah menuju rumah duka.

“Keluarga meminta jenazah langsung dibawa pulang dan tidak berkenan dilakukan autopsi,” ujar Sudiantoro.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko pekerjaan perbaikan instalasi listrik. Pemutusan sumber arus sebelum pengerjaan, pemeriksaan kondisi instalasi, serta penggunaan alat pelindung diri yang sesuai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru