KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengerahkan dua unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran yang melanda pabrik pembuat wadah telur (egg tray) di Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, Minggu. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp150 juta.
Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Tulungagung, Iwan Supriyono, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 16.13 WIB. Petugas kemudian diberangkatkan menuju lokasi kejadian satu menit setelah laporan diterima.
Baca juga: Nelayan Tulungagung Temukan Jasad Pria Tak Dikenal di Pantai Popoh
“Petugas tiba di tempat kejadian kebakaran sekitar pukul 16.27 WIB. Saat itu api sudah membesar dan menyambar bangunan pabrik,” kata Iwan saat dikonfirmasi seusai pemadaman.
Menurut dia, proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam pabrik milik Riko Dian Arinda tersebut. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 18.30 WIB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, titik awal kebakaran diduga berada di bagian tengah area penjemuran wadah telur. Petugas memperkirakan kebakaran dipicu korsleting listrik pada kipas atau blower yang digunakan di area tersebut.
Baca juga: Kebakaran di Jember Melonjak Tajam, September 2026 Catat Rekor Tertinggi Hingga 71 Kasus
Kobaran api menghanguskan bangunan pabrik beserta sejumlah peralatan dan material produksi. Barang-barang yang terbakar meliputi mesin pembuat wadah telur, dinamo, serta persediaan egg tray.
Akibat kejadian itu, Damkarmat Tulungagung memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp150 juta.
Baca juga: Jasad Korban KM Virgo Dipulangkan ke Tulungagung, Keluarga Apresiasi Pemerintah
Menyikapi peristiwa tersebut, Damkarmat mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha yang memiliki area produksi dengan material mudah terbakar, agar rutin memeriksa instalasi listrik dan kondisi peralatan elektronik.
Langkah pencegahan tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian lebih besar.
Editor : Ratno