Kemarau Panjang dan Debu Jadi Perhatian Dinkes di Tengah 2.893 Kasus ISPA Jember

Reporter : Muhammad Hatta
Sejumlah warga saat antre pemeriksaan di Ruang Tunggu RSD dr. Soebandi Jember.

KLIKJATIM.Com | Jember  -Kemarau panjang, paparan debu, asap pembakaran, hingga polusi udara menjadi sejumlah faktor lingkungan yang diperhatikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember di tengah meningkatnya kasus penyakit pernapasan. Hingga minggu ke-37 tahun 2026, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jember tercatat mencapai 2.893 kasus.


Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Jember, Rita Wahyuningsih, mengatakan perubahan kondisi lingkungan perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika aktivitas sehari-hari meningkatkan paparan terhadap debu dan polusi.

Baca juga: Polres Koordinasi dengan MUI untuk Dalami Pernyataan Oknum Kiai


“Perubahan kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, terutama kemarau panjang, debu, asap pembakaran, dan polusi udara,” ujar Rita saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jumat (2/10/2026).


Selain faktor lingkungan, paparan asap rokok, ventilasi rumah, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta mobilitas masyarakat juga menjadi hal yang diperhatikan dalam perkembangan penyakit pernapasan.


Di tengah kondisi tersebut, jumlah kasus ISPA di Jember mengalami peningkatan selama empat pekan berturut-turut. Pada minggu ke-34 tercatat 1.781 kasus, kemudian meningkat menjadi 2.187 kasus pada minggu ke-35.


Jumlah tersebut kembali bertambah menjadi 2.482 kasus pada minggu ke-36 hingga mencapai 2.893 kasus pada minggu ke-37. Sebanyak 566 pasien dari total kasus tersebut menjalani perawatan inap.


Peningkatan tidak hanya terjadi pada ISPA. Kasus influenza-like illness (ILI) juga bertambah dari 151 kasus pada minggu ke-34 menjadi 224 kasus pada minggu ke-37. Sementara pneumonia meningkat dari 104 menjadi 342 kasus.


Rita menyebutkan, wilayah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi berada di Puskesmas Mangli, Jenggawah, dan Sumbersari. Pada minggu ke-37, Mangli mencatat 359 kasus, Jenggawah 234 kasus, dan Sumbersari 184 kasus.


Meski demikian, Dinkes menyatakan peningkatan tersebut masih berlangsung secara bertahap dan belum menunjukkan pola lonjakan mendadak yang mengarah pada kejadian luar biasa (KLB).

Baca juga: Lahan Tebu Seluas 9 Hektar Milik PTPN I di Jember Ludes Dilalap Api


Untuk memastikan perkembangan penyakit tetap terpantau, Dinkes memperkuat surveilans ISPA, ILI, pneumonia, dan severe acute respiratory infection (SARI) di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.


Pencatatan kasus juga diperkuat melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Sistem tersebut digunakan untuk mendeteksi peningkatan kasus, kemunculan klaster, hingga kejadian yang tidak biasa di masyarakat.


Dinkes turut melakukan investigasi di wilayah yang mengalami peningkatan kasus. Fasilitas pelayanan kesehatan juga diminta memperkuat triase dan memastikan pasien dengan gejala berat mendapatkan penanganan serta rujukan secara cepat.


Dari sisi pelayanan, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit pada akhir September mencapai 67 persen. Sementara itu, keterisian tempat tidur puskesmas tercatat 87 persen. Berbeda dengan kedua fasilitas tersebut, klinik masih memiliki lebih banyak tempat tidur kosong dibandingkan yang terisi.

Baca juga: Akses Truk Distribusi Mulai Lancar, Penataan Pasar Tanjung Jember Ubah Aktivitas Perdagangan


Dinkes juga menyatakan belum menerima laporan kematian akibat ISPA hingga Jumat (2/10/2026).


Rita mengingatkan masyarakat agar mengurangi paparan terhadap asap rokok, debu, dan polusi. Penggunaan masker saat mengalami batuk atau pilek juga dianjurkan untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain.


Selain itu, masyarakat diminta menerapkan etika batuk dan bersin, mencuci tangan menggunakan sabun, serta memperbaiki ventilasi dan sirkulasi udara di rumah, sekolah, maupun tempat kerja.


“Jika gejala semakin berat atau tidak kunjung membaik, segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan,” pungkas Rita.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru