Piala AF Sport U-17 Sumenep Dibidik Jadi Panggung Talenta Muda dan Pintu Menuju Liga 4

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
DIALOG : Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat mengikuti Talk Show Persiapan Piala AF Sport U-17. (doc. M.Hendra.E/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep — Lapangan sepak bola di tingkat kecamatan bakal menjadi salah satu pintu pencarian pemain muda potensial di Kabupaten Sumenep, Madura.

Rencana tersebut disiapkan melalui ajang Piala AF Sport U-17 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 10 Oktober 2026.

Baca juga: Piala AF Sport U-17 Siap Ramaikan Sepak Bola Sumenep, Klub Lokal Diminta Manfaatkan Kesempatan

Kompetisi ini tak sekadar menjadi agenda pertandingan antarkecamatan, melainkan diproyeksikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sebagai wadah unjuk kebolehan sekaligus jalan bagi para pemain muda meniti karier ke jenjang yang lebih tinggi.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa pembinaan atlet sepak bola membutuhkan ruang bertanding yang konsisten serta ditopang oleh kehadiran pelatih yang kompeten.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep selama ini tentu kami sangat mendukung masyarakat, khususnya anak muda dalam mengembangkan potensinya, termasuk di bidang olahraga, salah satunya sepak bola. Kami menyadari tentu, kalau untuk olahraga pengembangan potensi atlet harus didukung juga dengan hadirnya pelatih yang kompeten,” ujar Achmad Fauzi. 

Fauzi menjelaskan, Piala AF Sport U-17 menjadi momentum penting untuk menjaring talenta tersembunyi yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan. Pemain-pemain terbaik hasil pemantauan dalam kompetisi ini nantinya diproyeksikan masuk dalam skema pembinaan tingkat lanjut.

“Selain itu, kami juga memberikan wadah seluas-luasnya bagi para atlet Sumenep, salah satunya melalui Piala AF Sport U-17 ini, kami ingin menjaring pemain-pemain andal yang ada di kecamatan. Nantinya, mereka juga akan kami siapkan berkesempatan mengikuti seleksi Liga 4,” tegasnya.

Mengingat pentingnya ajang ini, Bupati meminta seluruh peserta agar melakukan persiapan secara matang dan tampil maksimal sejak laga perdana. Pemantauan pemain akan melibatkan tim pelatih di setiap kecamatan.

Baca juga: Usung Kreativitas dan Kearifan Lokal, Pemuda Panglima Tempur Tampil Spektakuler di Parade Combudug Pangarengan Sampang

“Harapan kami, para atlet bisa mempersiapkan diri secara maksimal dan memberikan performa terbaiknya, karena nanti akan diseleksi oleh para pelatih yang ada di masing-masing kecamatan,” imbuh Fauzi.

Di sisi lain, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sumenep saat ini tengah menuntaskan penyusunan perangkat dan regulasi pertandingan. Ketua Askab PSSI Sumenep, Febmi Noerdiansyah, mengungkapkan bahwa format turnamen, persyaratan administrasi peserta, hingga jadwal detail pertandingan sedang dalam proses finalisasi.

“Jadi saat ini proses pematangan konsep yang akan kita laksanakan terkait dengan teknis kegiatan yang akan kita laksanakan. Insya Allah akan di-start mulai 10 Oktober 2026,” kata Febmi.

Febmi menambahkan, konsep keterlibatan tiap kecamatan dirancang agar fleksibel untuk memberi ruang partisipasi seluas-luasnya, namun tetap patuh pada regulasi baku PSSI.

Baca juga: Gubernur Khofifah Terima Audiensi dan Delegasi Investor, Kawasan Industri Bangkalan Siap Dibangun

“Pak Bupati ingin ini lebih fleksibel terkait dengan keikutsertaan kecamatan masing-masing kecamatan, tapi tidak mengesampingkan teknis regulasi yang ada di sepak bola PSSI itu sendiri,” jelasnya.

Seluruh ketentuan, mulai dari prosedur pendaftaran hingga kalender pelaksanaan, akan segera diumumkan secara resmi setelah pembahasan internal usai. Pihaknya sengaja memastikan kesiapan perangkat pertandingan secara menyeluruh guna menjawab antusiasme calon peserta yang kian tinggi.

“Kalau sudah selesai nanti sesegera mungkin akan kita rilis. Teknis persyaratannya, model kompetisinya, time schedule-nya, kemudian lain-lain akan segera kita rilis. Biar nanti sudah bisa ditetapkan, mantap. Insya Allah secepatnya kita rilis,” pungkas Febmi.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru