KLIKJATIM.Com | Surabaya — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat kolaborasi strategis dengan raksasa pelayaran internasional OOCL Shipping Lines guna mendorong efisiensi rantai pasok dan memperkuat konektivitas logistik nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui peninjauan operasional dan diskusi tingkat tinggi yang dihadiri jajaran manajemen OOCL ke PT Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Kamis (17/9/2026).
Baca juga: Arus Peti Kemas TPK Merauke Melesat 10,65 Persen, Sinergi Antar Instansi Kian Diperkuat
Delegasi OOCL dipimpin oleh Regional Group General Manager ASNG, Karen Lam; Regional General Manager Indonesia, Aaron Chen; serta Branch Manager Surabaya, Samsuar. Rombongan disambut langsung oleh Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, beserta jajaran manajemen TTL.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas secara komprehensif perkembangan operasional terminal, dinamika industri pelayaran global, hingga potensi ekspansi layanan OOCL melalui Pelabuhan Surabaya di masa mendatang.
"Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk bertukar perspektif sekaligus memperkuat komunikasi dengan OOCL. Bagi TTL, hubungan yang erat dengan shipping line merupakan fondasi penting dalam menghadirkan layanan yang semakin andal, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa," kata Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait.
David menegaskan bahwa TTL secara berkelanjutan terus mentransformasi kapabilitas operasional, kualitas layanan, dan pemanfaatan teknologi digital guna mendukung kelancaran arus barang nasional.
Baca juga: Kenalkan Bisnis Logistik Energi ke Mahasiswa ITS, Patra Logistik Ramaikan PGTC 2026
Dalam kesempatan yang sama, Regional Group General Manager ASNG OOCL Shipping Lines, Karen Lam, menyoroti posisi geografis dan kapabilitas Surabaya yang sangat strategis dalam peta logistik nasional.
"Surabaya memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai hub port bagi Indonesia Timur. Di tengah tantangan pengembangan di Jakarta dan Semarang, Surabaya dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat konektivitas dan jaringan logistik," jelas Karen.
Usai sesi diskusi, rombongan OOCL diajak meninjau Integrated Planning and Control Room (IP&C) TPK Teluk Lamong. Fasilitas pusat kendali terpadu ini memungkinkan seluruh proses perencanaan, pemantauan, dan pengendalian aktivitas bongkar muat di dermaga maupun lapangan penumpukan berjalan secara terintegrasi dan real-time.
Baca juga: Kinerja Operasional Positif, Arus Petikemas Teluk Lamong Tembus 2 Juta TEUs
Karen mengapresiasi modernisasi fasilitas yang diterapkan di TTL, terutama pada efisiensi operasional Automated Stacking Crane (ASC).
"Kami terkesan dengan Integrated Planning and Control Room TTL yang memungkinkan operasional dipantau secara real time, termasuk bagaimana Automated Stacking Crane (ASC) beroperasi di lapangan," puji Karen.
Penerapan teknologi otomatisasi dan sistem kendali terintegrasi ini merupakan bukti komitmen TTL dalam mempercepat port stay kapal dan efisiensi waktu bongkar muat. Ke depan, TTL bertekad terus memperkuat sinergi dengan seluruh shipping line demi menghadirkan layanan terminal yang adaptif, andal, dan berdaya saing global.
Editor : Fatih