Punya 600 Alat Peraga dan 1.000 Artefak, Mega Science Center Jatim Park Dibuka di Kota Batu

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Gubernur Khofifah saat meninjau robot yang dipamerkan di Mega Science Center Jatim Park. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Batu – Kota Batu kembali memiliki pilihan destinasi yang memadukan wisata dengan pembelajaran sains dan budaya. Mega Science Center dan Budaya yang dikembangkan Jawa Timur Park (JTP) Group mulai diperkenalkan melalui trial opening, Rabu (16/9/2026).

Pusat pembelajaran yang berada di kawasan Jatim Park 1 tersebut dibangun di atas lahan sekitar tiga hektare. Di dalamnya terdapat sekitar 600 alat peraga serta lebih dari 1.000 artefak yang berkaitan dengan berbagai bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Baca juga: Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di Gerbangkertasusila dan Malang Raya

Materi yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari fisika, biologi, matematika, kimia, teknologi, robotik hingga sejarah dan budaya Indonesia.

Pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga diarahkan untuk berinteraksi langsung dengan sejumlah alat peraga. Konsep tersebut membuat fasilitas ini dirancang sebagai ruang pembelajaran berbasis pengalaman atau learning by doing.

Sejumlah zona yang disiapkan antara lain Zona Islam, Zona Budaya, Zona Antariksa, Zona Fisika, Zona Bencana Alam serta Zona Robotic AI.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam trial opening menilai konsep tersebut dapat menjadi cara lain untuk mengenalkan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) kepada anak-anak.

"Hari ini saya rasa ada angin segar bagaimana STEM ini disajikan dengan suasana yang gembira dan anak-anak pasti akan sangat menikmati. Sehingga harapannya STEM kita ini akan punya referensi bagaimana menyajikan di dalam bentuk bermain, learning by doing," kata Khofifah.

Menurut Khofifah, fasilitas seperti Mega Science Center dapat menjadi ruang belajar tambahan bagi sekolah. Sebab, tidak semua sekolah memiliki kemampuan untuk menyediakan peralatan dan lingkungan pembelajaran dengan skala serupa.

"Suasana yang di mana anak-anak bisa sambil belajar. Ini adalah ruang belajar luar biasa yang tidak mudah dan tidak murah kalau harus disiapkan oleh unit sekolah," ujarnya.

Ia pun menyebut pengenalan terhadap sains dan teknologi dapat dilakukan sejak anak berada di jenjang pendidikan usia dini.

Baca juga: Takziah ke Rumah Korban KM Virgo Transport 8, Gubernur Khofifah Berikan Santunan dan Bantuan Usaha

"Saya rasa dari anak-anak TK sudah bisa dikenalkan ke sini, supaya harapannya mereka memiliki kecintaan terhadap STEM sejak dini," tutur Khofifah.

Namun, fasilitas tersebut tidak hanya menonjolkan perkembangan teknologi. Unsur budaya juga menjadi bagian dari konsep Mega Science Center.

Khofifah menilai perpaduan antara teknologi, ilmu pengetahuan dan budaya penting agar pembelajaran tidak berhenti pada aspek akademis, tetapi juga mengenalkan karakter dan identitas bangsa.

"Mega Science Center ini akan menjadi bagian dari penguat sisi keilmuan, sisi wisata dan sisi membangun identitas karakter," katanya.

Penggunaan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi salah satu bagian dari fasilitas tersebut. Menurut Khofifah, pemanfaatan teknologi tersebut dapat memperkuat pengalaman pengunjung ketika mempelajari berbagai materi yang tersedia.

Baca juga: Terima 109 Mahasiswa Unhan RI, Khofifah Paparkan Strategi Kedaulatan Pangan Jatim

Khofifah juga menyinggung pengalamannya ketika mengunjungi sejumlah museum di berbagai negara. Menurutnya, museum maupun pusat pembelajaran dapat menjadi sarana untuk melihat perjalanan sebuah bangsa melalui ilmu pengetahuan, sejarah dan budaya.

"Jadi yang sedang dilakukan oleh Jatim Park Group adalah sisi bangunan karakter, ada sisi peradaban selain dari science center," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keberadaan berbagai prototipe tokoh, termasuk seniman dan presiden, yang pernah dilihatnya di kawasan Jatim Park.

"Ini artinya kekayaan intelektual dan kekayaan budaya hingga kreativitas anak-anak Malang dan Batu ini sungguh luar biasa," kata Khofifah.

Keberadaan Mega Science Center tersebut sekaligus menambah pilihan aktivitas wisata edukasi di Kota Batu. Pengunjung dapat memperoleh pengalaman belajar mengenai sains dan teknologi sekaligus mengenal sejarah serta kebudayaan melalui fasilitas yang tersedia dalam satu kawasan.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru