KLIKJATIM.Com | Surabaya—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim mengimbau khotib (pengkhotbah) memperpendek khotbahnya saat salat Idul Fitri. Hal itu dilakukan karena saat ini lebaran 1 Syawal 1441 H dilaksanakan di tengah pandemi virus corona atau covid-19.
"Pelaksanaan salat Idul Fitri secara berjemaah dilakukan seperti biasa dengan khotbah Idul Fitri. Atau bagi yang tidak bisa berjemaah dapat melakukan salat sendiri tanpa ada khotbah. Sedapat mungkin pelaksanaan shalat secara berjemaah dilakukan secara cepat dengan cara memperpendek khotbah dan memilih bacaan surat-surat pendek," kata Sekretaris MUI Jatim Ainul Yakin.
Baca juga: Sambut 1448 Hijriah, Ratusan Siswa Yayasan Al-Abror Sukosewu Bojonegoro Semarakkan Pawai Ta'aruf
[irp]
MUI Jatim juga menyerukan kepada khatib di mana pun untuk membacakan doa dalam khotbahnya, meminta segera dibebaskan dari wabah covid-19.
Selain itu, MUI Jatim menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk mempertebal keimanan kepada Allah SWT dan menjadikan musibah covid-19 sebagai sarana muhasabah, serta menyikapinya secara seimbang, antara sikap sabar dan tawakkal, serta ikhtiar lahir dan batin.
Baca juga: Sambut Libur Sekolah, Hotel Santika Gresik Hadirkan Promo Staycation 'School Holiday is Coming'
MUI Jatim menambahkan untuk pelaksanaan salat Id di masjid/musala harus mematuhi ketentuan protokol pencegahan penyebaran covid-19, seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan membawa alas salat/sajadah sendiri.
"Untuk menghindari konsentrasi massa yang terlalu banyak, pelaksanaan salat Id di suatu kawasan dapat dipecah di beberapa tempat, diharapkan ada sikap persuasif dari pejabat setempat untuk membantu menata, sehingga tidak menyulut keresahan," terang Ainul.
[irp]
Baca juga: Honda Premium Matic Day Blitar Meriahkan Akhir Pekan, Padukan Komunitas Motor dan Program UKH
Dikatakan, saat ini masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya apakah salat Id diperbolehkan atau tidak. Pada dasarnya MUI Jatim tetap menyerukan kepada umat Islam khususnya di Jatim untuk menyambut Idul Fitri 1441 H.
"Sambutan itu bisa menghidupkan syiar islam, dengan membaca takbir, tahmid dan tahlil serta sedapat mungkin ikut melaksanakan salat Id, mengingat bahwa shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah, merupakan syiar agama, dan hanya dilaksanakan satu tahun sekali," kata Ainul, Jumat (22/5/2020). (hen)
Editor : Redaksi