KLIKJATIM.Com | Jember – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Islam Jember (UIJ) tahun 2026 tidak sekadar menjadi ajang pengenalan lingkungan akademik. Lebih dari itu, momentum ini dimanfaatkan secara optimal untuk menanamkan komitmen menciptakan iklim kampus yang aman, inklusif, serta bebas dari praktik bullying dan kekerasan seksual.
Pesan tegas tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) Jember, Prof. Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M.Pd., di hadapan sekitar 1.000 mahasiswa baru saat pembukaan PKKMB UIJ 2026 di Kampus UIJ, Senin (7/9/2026).
Baca juga: Parade Kebangsaan di Alun-Alun Lamongan, Potret Nyata Keharmonisan Lintas Etnis dan Budaya
Menurut Prof. Taufiq, pengenalan kampus harus menjadi fondasi awal untuk membekali mahasiswa baru menghadapi tantangan akademik sekaligus kehidupan bermasyarakat secara matang.
"Ini tentu strategis, tidak sekadar mengenalkan bagaimana kampus ini dikelola dan dikembangkan, tetapi memberikan materi-materi substantif untuk membekali mereka agar lebih siap secara akademis dan dalam konteks strategis kehidupan bermasyarakat," ujar Prof. Taufiq.
Ia menekankan bahwa pencegahan bullying maupun tindakan kekerasan—baik fisik, verbal, hingga seksual—merupakan tanggung jawab kolektif seluruh civitas akademika demi mewujudkan student well-being.
"Bullying membuat kondisi psikologis tidak nyaman dan memicu dampak trauma yang mengganggu proses perkuliahan. Jangan sampai terjadi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun, baik seksual maupun nonseksual. Kampus harus menyediakan mekanisme penanganan yang tegas, mulai dari peringatan lisan hingga tindakan kelembagaan yang serius jika terjadi pelanggaran berat," tegasnya.
Sementara itu, Rektor UIJ Dr. Ahmad Halid, S.Pd., M.Pd.I., menyampaikan bahwa PKKMB 2026 menjadi langkah awal mempersiapkan mahasiswa baru dalam menghadapi iklim perkuliahan dan dinamika dunia kerja pascakampus.
Halid mengungkapkan, hingga pembukaan acara, tercatat sekitar 800 mahasiswa hadir secara luring, sementara data sistem mencatat pendaftaran mahasiswa baru telah mendekati angka 1.000 orang. Pertumbuhan ini juga disokong oleh hadirnya program studi baru seperti S1 Kebidanan yang kini telah memiliki 13 mahasiswa penerima beasiswa penuh.
Guna menjawab tantangan zaman, UIJ membekali mahasiswa barunya dengan tiga pilar utama: penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), keterampilan entrepreneurship, serta penguatan karakter Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).
Baca juga: Jalan Semakin Mantap, Program Jamula Raih Penghargaan Khusus dari IJTI Pantura Raya
"Untuk menghadapi tantangan dunia kerja, kita sudah mempersiapkan mahasiswa agar ber-IPTEK, memiliki jiwa entrepreneurship, dan berkarakter Aswaja. Tiga pilar ini sudah kita godok di berbagai prodi," terang Halid.
Pembekalan entrepreneurship dinilai sangat vital mengingat fakta di lapangan menunjukkan tidak sedikit lulusan perguruan tinggi yang berkarier di luar lini keilmuan utamanya.
"Sekitar 30 persen mahasiswa ada yang bekerja di luar jalur kuliahnya. Ini yang kita persiapkan melalui kurikulum khusus, standar pembelajaran, dan buku panduan, sehingga lulusan UIJ memiliki kemandirian dan kesiapan kerja yang fleksibel," pungkas Halid.
Editor : Fatih