Bulan Maulid Dongkrak Harga Ayam di Sumenep hingga Rp50 Ribu per Kilogram

Reporter : Hendra
Harga daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sumenep, Madura, masih tinggi pada awal pekan ini

KLIKJATIM.Com | Sumenep - Harga daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sumenep, Madura, masih tinggi pada awal pekan ini. Komoditas tersebut dijual sekitar Rp46.000 hingga Rp50.000 per kilogram.


Kenaikan harga ayam broiler terjadi ketika aktivitas masyarakat memperingati Maulid Nabi masih berlangsung. Tingginya kebutuhan ayam untuk hidangan dalam tradisi perayaan tersebut disebut menjadi salah satu pemicu naiknya permintaan di pasar.

Baca juga: Polsek Kangean Sumenep Tangkap Pria Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Arjasa


Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep, Idham Halil menjelaskan, bahwa kenaikan harga lebih banyak dipengaruhi oleh tingginya serapan konsumen.


“Saat ini masih bulan Maulid. Jadi banyak orang yang merayakan Maulid Nabi. Di perayaan Maulid Nabi itu, suguhannya ayam. Karena itu, permintaan tinggi. Sesuai hukum pasar, karena permintaan naik sementara stok tetap, maka harga pun terdongkrak naik,” kata Idham, Selasa (1/9).


Di sisi lain, harga ayam kampung juga belum bergerak dari kisaran Rp80.000 sampai Rp90.000 per kilogram.


Tidak semua komoditas pangan mengalami perubahan harga. Telur ayam ras masih berada pada rentang Rp25.000-Rp26.000 per kilogram. Sementara telur ayam kampung bertahan di angka Rp48.000 per kilogram dan daging sapi tetap Rp130.000 per kilogram.


Pergerakan berbeda terlihat pada komoditas cabai. Harga cabai merah besar justru terkoreksi dari Rp25.000 per kilogram pada pekan sebelumnya menjadi Rp22.000 per kilogram pada awal pekan ini.

Baca juga: Dalih Pinjam Colokan, Pria di Kangean Sumenep Diduga Perkosa Korban


Adapun cabai rawit belum mengalami perubahan dan masih dipasarkan dengan harga sekitar Rp50.000 per kilogram.


“Khusus cabai ini memang harganya tidak stabil. Naik turun. Sangat bergantung pada stok di pasaran dan permintaan konsumen,” ujar Idham.


Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga beras premium tercatat Rp15.400 per kilogram. Beras medium atau lokal berada di level Rp13.400 per kilogram.

Baca juga: Gara-gara Jemput Istri, Pemuda di Sumenep Terlibat Duel hingga Celurit Terhunus


Sementara itu, Minyakita dijual Rp15.700 per liter. Minyak goreng curah berada di kisaran Rp19.500 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan ukuran dua liter mencapai Rp44.000.


Idham mengatakan, pemantauan harga bahan kebutuhan pokok terus dilakukan oleh Diskop UKM Perindag Sumenep. Pengawasan tersebut mencakup Pasar Anom Baru yang menjadi salah satu pasar induk serta Pasar Bangkal sebagai lokasi pembanding.


Langkah pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga sejumlah komoditas sekaligus melihat dinamika pasokan dan permintaan di tingkat pasar.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru