Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Trenggalek, Bupati Ikut Jalan Kaki

Reporter : Iman
Prosesi kirab pusaka dan kirab budaya yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi Ke-832 Kabupaten Trenggalek

KLIKJATIM.Com | Trenggalek  -Ribuan warga memadati sepanjang jalur kirab untuk menyaksikan prosesi kirab pusaka dan kirab budaya yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi Ke-832 Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin.

Kirab tahunan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi dan budaya daerah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Baca juga: Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Trenggalek, Bupati Ikut Jalan Kaki

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut berjalan dalam prosesi yang diberangkatkan dari Pendapa Manggala Praja Nugraha.

Di sepanjang rute kirab, peserta membagikan udik-udik kepada masyarakat. Tradisi tersebut menjadi simbol sedekah sekaligus bentuk berbagi keberkahan dengan warga.

Arifin menyampaikan, peringatan Hari Jadi Ke-832 Kabupaten Trenggalek mengangkat tema "Hambeging Bumi". Tema itu dimaknai sebagai ajakan untuk meneladani sifat bumi yang senantiasa menjadi sumber kehidupan dan memberikan manfaat bagi seluruh makhluk.

"Semangatnya adalah bagaimana kita terus menumbuhkan kebaikan bagi masyarakat sekaligus menjaga hubungan yang harmonis dengan alam," ujarnya.

Peringatan Hari Jadi tahun ini juga berlangsung bertepatan dengan bulan Maulid. Karena itu, nuansa religius turut mewarnai sejumlah rangkaian kegiatan, salah satunya pembacaan Mahalul Qiyam sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dan doa bersama untuk kebaikan Kabupaten Trenggalek.

Baca juga: Warga Trenggalek Dikejutkan dengan Penemuan Bayi Laki-laki di Teras Rumah

Tidak hanya kirab pusaka, rangkaian peringatan juga dimeriahkan dengan pembagian tumpeng serta hasil bumi yang dibawa oleh kelompok tani. Kehadiran Bergodo Tani menjadi simbol dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus bentuk penghargaan atas kontribusi petani dalam pembangunan daerah.

Menurut Arifin, tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti dan menyaksikan kirab menunjukkan bahwa nilai gotong royong serta kecintaan terhadap tradisi warisan leluhur masih terjaga kuat di tengah masyarakat Trenggalek.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda yang mengikuti seluruh prosesi dengan berjalan kaki bersama masyarakat meski harus berada di bawah terik matahari.

"Saya berterima kasih kepada seluruh Forkopimda yang ikut berjalan bersama masyarakat. Semoga menjadi pengingat bahwa membangun daerah membutuhkan perjuangan dan ketulusan," katanya.

Baca juga: Tebing 100 Meter Ambrol, Akses Ponorogo–Trenggalek Lumpuh

Dalam kesempatan tersebut, Arifin turut menyoroti persoalan kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Trenggalek. Pemerintah daerah, kata dia, terus mempercepat pembangunan sumur dalam beserta sarana pendukungnya untuk memastikan ketersediaan air, khususnya bagi kebutuhan sektor pertanian.

Upaya tersebut berjalan beriringan dengan ikhtiar budaya dan spiritual. Kirab serta sedekah hasil bumi dimaknai sebagai doa bersama agar sumber-sumber air tetap terjaga dan musim tanam dapat berlangsung secara optimal.

Kirab pusaka sekaligus menjadi penutup rangkaian tradisi Hari Jadi Ke-832 Kabupaten Trenggalek. Sebelumnya, telah dilaksanakan prosesi jamasan dan penyemayaman pusaka di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, serta Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru