Buntu Pemblokiran Rekening Koordinator Demi

Ajakan Kosongkan Saldo Rekening Bikin Saham Bank Mandiri Tertekan

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Viral di media sosial Bank Mandiri copot logo di gedung utama di Jakarta

KLIKJATIM.Com | Jakarta  - Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) masih berada dalam tekanan ketika bank pelat merah tersebut menghadapi polemik pembatasan transaksi rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, saham BMRI ditutup di level Rp4.200, turun 20 poin atau 0,47 persen. Sepanjang perdagangan, saham BMRI bergerak pada rentang Rp4.170 hingga Rp4.220.

Baca juga: Rekrutmen Mandiri Taspen, Ini Posisi Yang Dibutuhkan

Dalam sebulan terakhir, saham BMRI terkoreksi 4,11 persen. Sejak awal tahun, saham tersebut telah melemah 17,65 persen. Tekanan juga terlihat dalam enam bulan terakhir dengan penurunan 20,38 persen, sementara dalam satu tahun BMRI turun 14,11 persen.

Di tengah tekanan tersebut, Bank Mandiri menghadapi persoalan lain yang berpotensi memengaruhi persepsi publik, yakni polemik rekening Supriyono yang disebut tidak dapat digunakan menjelang agenda aksi AMPB.

Rekening tersebut menampung sekitar Rp80,9 juta. Menurut pihak AMPB, dana itu berasal dari uang pribadi dan donasi warga yang akan digunakan untuk kebutuhan operasional serta logistik aksi.

Polemik tersebut kemudian memicu serbuan komentar di akun Instagram Bank Mandiri. Menanggapi hal itu, pihak Bank Mandiri menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosial resminya.

Bank Mandiri menjelaskan bahwa tindakan terhadap rekening tersebut merupakan pemblokiran atas permintaan aparat penegak hukum dan menyatakan bahwa langkah tersebut telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku.

“Dapat kami sampaikan, Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” tulis Bank Mandiri dalam keterangannya di Instagram, Senin, 24 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian publik. Sejumlah warganet di media sosial bahkan menyerukan agar nasabah mempertimbangkan memindahkan dana mereka dari Bank Mandiri. Sebagian lainnya mulai mengaitkan polemik tersebut dengan pergerakan saham BMRI.

Salah satunya adalah Erick Agung Santoso yang berharap persoalan yang membelit BMRI berdampak terhadap harga saham sehingga dapat dimanfaatkan untuk membeli saham tersebut.

“Siap-siap serok saham mandiri di angka 1 Rupiah per lembar semoga cepet ke 1 rupiah,” tulis Erick Agung Santoso.

Komentar lain juga menyindir independensi Bank Mandiri dalam mengambil keputusan terkait rekening nasabah.

“Mandiri tapi mau di setir,” tulis akun @samuelbain.

Meski komentar tersebut tidak mewakili seluruh nasabah Bank Mandiri, reaksi di media sosial menunjukkan bahwa polemik rekening mulai bergeser dari persoalan layanan nasabah menjadi isu yang menyentuh aspek kepercayaan publik terhadap bank.

Namun, perlu dicatat bahwa pergerakan saham BMRI tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan komentar atau seruan sejumlah warganet. Harga saham dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi pasar, kinerja perusahaan, sentimen investor, serta faktor ekonomi dan industri perbankan secara keseluruhan.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru