Dorong Regenerasi Seniman, Khofifah Serahkan Bantuan Gamelan dan Uang Pembinaan Sanggar Topeng Malangan

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan dukungan dan apresiasi kepada 13 sanggar tari Topeng Malangan di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang.

KLIKJATIM.Com | Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat ekosistem kesenian tradisional melalui dukungan terhadap regenerasi para pelaku budaya. Salah satu fokus utamanya yakni penguatan pelestarian Topeng Malangan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Malang dan Jawa Timur.

Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Khofifah dalam acara Apresiasi Pelestari Kesenian Asli Jawa Timur di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, Kamis (20/8).

Baca juga: Dorong Regenerasi Seniman, Khofifah Serahkan Bantuan Gamelan dan Uang Pembinaan Sanggar Topeng Malangan

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jatim menyerahkan dukungan konkret kepada 13 sanggar tari Topeng Malangan. Sanggar Tari Setyotomo menerima bantuan satu set gamelan, sementara 12 sanggar lainnya masing-masing memperoleh uang pembinaan senilai Rp5 juta.

Gubernur Khofifah menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para maestro, budayawan, dan pengelola sanggar yang konsisten menjaga warisan pengetahuan Cerita Panji tersebut.

“Topeng Malangan bukan sekadar topeng, gerak tari, iringan musik, maupun lakon pertunjukan. Di dalamnya tersimpan sejarah, pengetahuan, simbol, karakter, nilai kehidupan, serta kearifan masyarakat Malang yang diwariskan lintas generasi,” kata Khofifah.

Ia menegaskan, keberhasilan pelestarian budaya tidak hanya diukur dari kuantitas pertunjukan di atas panggung, melainkan dari keberlanjutan proses regenerasi kepada generasi muda.

Baca juga: Konsisten Lima Tahun, MPM Honda Jatim Renovasi Delapan Rumah Lewat Program Employee Volunteering

“Kuncinya adalah regenerasi. Jangan sampai sebuah kesenian memiliki panggung, tetapi kehilangan penerus. Keberhasilan pelestarian budaya tidak hanya diukur dari banyaknya pertunjukan, tetapi juga dari lahirnya generasi baru yang mampu meneruskannya,” tegasnya.

Khofifah juga mendorong agar penguatan seni dan budaya terhubung secara terpadu dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini dimaksudkan agar ekosistem kebudayaan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi para pelaku seni.

“Budayanya lestari, senimannya berdaya, generasi mudanya bangga, ekonomi kreatifnya tumbuh, dan masyarakatnya memperoleh manfaat,” tuturnya.

Sebagai bentuk penguatan ekosistem ekonomi di sekitar ruang kebudayaan, Gubernur Khofifah turut menyerahkan bantuan modal sebesar Rp5 juta kepada Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Krida Budaya Malang. Bantuan ini diharapkan mampu mendukung perputaran ekonomi warga seiring maraknya aktivitas seni dan budaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Evy Afianasari memaparkan data pertumbuhan positif ekosistem Topeng Malangan di wilayah setempat. Dimana jumlah sanggar meningkat dari 11 sanggar khusus pada 2025 menjadi 15 sanggar pada 2026, sementara jumlah seniman aktif melonjak dari 369 seniman pada 2025 menjadi 589 seniman hingga Agustus 2026.

“Pertumbuhan jumlah sanggar dan seniman aktif menunjukkan bahwa ekosistem Topeng Malangan terus berkembang. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat regenerasi sekaligus memastikan kesenian ini tetap hidup dan dekat dengan generasi muda,” ujar Evy.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru