KLIKJATIM.Com | Gresik – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Gresik mencatat sedikitnya enam kejadian kebakaran pada Rabu (19/8/2026). Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari lahan kosong hingga tempat usaha tambal ban.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Suyono, mengatakan sebagian kejadian diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah maupun lahan yang dilakukan tanpa pengawasan. Kondisi tersebut diperparah dengan angin yang cukup kencang sehingga api mudah merembet.
Baca juga: Enam Kebakaran Terjadi di Gresik dalam Sehari, Mayoritas Dipicu Pembakaran Tak Terawasi
Salah satu kebakaran terjadi di tempat tambal ban di Jalan Kapten Darmo Sugondo 59, Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas. Api pertama kali diketahui oleh Rudi, pekerja tambal ban, saat melihat salah satu ban terbakar.
Rudi sempat berupaya memadamkan api menggunakan ember berisi air. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena api terus membesar dan angin cukup kencang hingga merembet ke tumpukan ban lainnya.
“Api kemudian merembet ke tumpukan ban yang lain sehingga semakin besar. Setelah mendapat laporan dari pekerjanya, pemilik usaha langsung menghubungi Damkar Gresik,” kata Suyono.
Petugas Damkar Pos Kota tiba di lokasi sekitar pukul 13.58 WIB setelah menerima laporan pada pukul 13.49 WIB. Pemadaman dilakukan bersama petugas Damkar PT Wilmar dan PT Sumber Mas. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Kebakaran lainnya terjadi di lahan kosong kawasan Perumahan Taman Menganti Emas, Desa Mojotengah, Kecamatan Menganti. Api diduga berasal dari pembakaran lahan di tengah sawah yang tidak diawasi.
Asap tebal akibat kebakaran tersebut mengganggu warga di sekitar perumahan. Warga kemudian melaporkan kejadian melalui layanan 112. Saat petugas Pos Menganti tiba, api sudah padam. Petugas selanjutnya melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Kejadian serupa juga terjadi di Jalan Sumput Priyogo RT 02/RW 07, Desa Tanjungan, Kecamatan Driyorejo. Kebakaran bermula dari pembakaran sampah yang kemudian merembet ke rumput ilalang.
“Angin yang cukup kencang membuat api semakin besar. Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman serta pembasahan,” ujar Suyono.
Petugas Pos Driyorejo melakukan penanganan sejak sekitar pukul 10.27 WIB hingga 12.40 WIB dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai.
Baca juga: Brio Tabrak Truk Gas Alam hingga Terbakar di Tol Sumo, Tiga Orang Luka-luka
Kebakaran lahan juga terjadi di Jalan Raya Kedamean Nomor 92, Dusun Watupasang, Desa Kedamean. Api diduga berasal dari pembakaran untuk pembukaan lahan baru yang dilakukan tanpa pengawasan.
Karena saat itu petugas Pos Driyorejo masih melakukan pembasahan di lokasi kebakaran Desa Tanjungan, penanganan awal di Kedamean dikoordinasikan dengan Pos Menganti. Petugas Pos Menganti kemudian menuju lokasi dan melakukan pemadaman hingga api benar-benar padam.
Sementara itu, kebakaran lahan kosong kembali terjadi di Jalan Raya Sooko RT 02/RW 03, Desa Sooko, Kecamatan Wringinanom. Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merembet ke rumput ilalang.
Petugas Pos Driyorejo tiba di lokasi sekitar pukul 13.45 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Setelah api padam, petugas melakukan pembasahan dan memastikan kondisi sekitar aman sebelum meninggalkan lokasi.
Kebakaran keenam terjadi di Perumahan Queen Residence Blok B 36, Desa Dungus, Kecamatan Cerme. Api muncul dari semak-semak di lahan kosong dan diduga berasal dari pembakaran yang tidak diawasi.
Petugas Pos Menganti menerima laporan melalui Gresik Akas 112 sekitar pukul 15.27 WIB. Petugas kemudian melakukan pemadaman di area dekat perumahan sebelum bergeser ke titik kebakaran di jalan masuk Desa Dungus.
Baca juga: Alang-Alang Terbakar, Api Merembet ke Gudang Rongsokan Sepatu dan Rumah Warga di Kedanyang Gresik
“Seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Untuk kerugian materiil, sebagian lokasi belum dapat ditaksir,” jelas Suyono.
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, terlebih saat kondisi angin cukup kencang. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merembet ke area lain dan membahayakan permukiman maupun fasilitas di sekitarnya.
“Pembakaran sampah atau lahan harus diawasi dan jangan ditinggalkan begitu saja. Kalau kondisi angin kencang, sebaiknya jangan melakukan pembakaran karena api sangat mudah merembet,” tegasnya.
Berdasarkan laporan Damkar Gresik, hingga Rabu (19/8/2026), jumlah kejadian kebakaran selama Agustus 2026 tercatat mencapai 63 kejadian, sedangkan kejadian penyelamatan atau rescue mencapai 72 kejadian.
Dalam penanganan sejumlah kejadian tersebut, Damkar Gresik juga berkoordinasi dengan unsur lain, termasuk kepolisian, BPBD, PLN, serta unit pemadam kebakaran perusahaan di sekitar lokasi.
Editor : Abdul Aziz Qomar