KLIKJATIM.Com | Mojokerto - Sejak ada larangan mudik Lebaran tahun ini, jumlah kendaraan pengguna ruas tol Surabaya - Ngawi turun drastis. Bahkan di jalur tol Jombang-Mojokerto (Joker) tak ada peningkatan arus lalin sedikit pun.
[irp]
Baca juga: Ngamuk di Jalan Empunala, Ibu Muda di Mojokerto Maki Pemotor dan Aniaya Bocah
Manajer Operasional PT MHI Deni Hardani, mengatakan, sejak tiga hari terakhir, traffic ruas tol Joker nyaris tak ada pergerakan. Pekan lalu, selama 24 jam, tercatat hanya 8.700 kendaraan yang melintas di tol sepanjang 40,5 kilometer ini. Sedangkan, jumlah kendaraan melintas justru menurun hanya 7.200 unit.
Selama pandemi Covid-19, traffic tertinggi hanya terjadi Senin (18/5), yakni 10.000 unit kendaraan. "Ini rekor selama PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Hanya 10 ribu unit," sebut Deni.
Dikatakan, pembukaan akses yang cukup longgar oleh pemerintah sejak dua pekan terakhir, dinilai tak berpengaruh terhadap pengguna ruas tol. Penurunan sangat drastis. Sejak PSBB, lalu lintas sepi. "Traffic ini sangat njomplang dibanding Lebaran tahun 2019 lalu," terang dia.
Baca juga: Empat Kendaraan Tabrakan Beruntun di Mojokerto, Dua Orang Terluka
[irp]
Padahal, kata dia, selama arus mudik dan balik Lebaran, jumlah kendaraan yang melalui jalan tol naik 96,5 persen dibandingkan tahun 2018. Naiknya volume kendaraan yang melintas, terjadi sejak H-6 Lebaran. Saat itu, arus mudik di ruas Tol Joker tembus 450 unit per jam. Rinciananya, kendaraan yang masuk melalui gerbang tol (GT) Bandar, Jombang sebanyak 250 unit per jam, melalui GT Jombang 150 kendaraan per jam, serta 50 kendaraan per jam masuk melalui GT Mojokerto Barat.
Baca juga: Lansia Asal Mojokerto Tewas Tertemper Kereta Api di Bawah Flyover Krian
Secara total, jumlah kendaraan yang melintas selama mudik Lebaran, tercatat 691.248 kendaraan. Dan, di tahun sebelumnya, hanya tercatat 339.423 kendaraan.
Kenaikan itu tercatat seja H-7 sampai H+3 Lebaran 2018. Tercatat ada 351.825 kendaraan melalui tol Joker. Puncak arus mudik tahun lalu terjadi pada H-2 lebaran, yaitu mencapai 29.313 kendaraan. Sementara puncak arus balik terjadi pada H+2 Lebaran, mencapai 41.343 kendaraan. (hen)
Editor : Tsabit Mantovani