KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperluas kontribusinya dalam menjaga ekosistem pesisir melalui program lingkungan “Donasi Oksigen”. Kali ini, TPS menyerahkan 3.000 bibit mangrove kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya untuk ditanam di kawasan pesisir Tambak Sarioso, Surabaya, Sabtu (15/8/2026).
Penyerahan bibit tersebut menjadi bagian dari upaya TPS memperluas manfaat program “Donasi Oksigen” melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Bibit mangrove yang diserahkan selanjutnya akan ditanam dan dirawat di kawasan Tambak Sarioso untuk mendukung pemulihan serta keberlanjutan ekosistem pesisir.
Baca juga: TPS Perkuat Kompetensi SDM, Dukung Transformasi dan Standarisasi Operasional Pelindo Group
Melalui program “Donasi Oksigen”, TPS tidak hanya melakukan pembibitan mangrove, tetapi juga mencakup proses perawatan hingga penyaluran dan penanaman di sejumlah kawasan pesisir. Program ini diarahkan untuk meningkatkan tutupan vegetasi mangrove sekaligus memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan dan masyarakat.
Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir. Selain menjadi pelindung alami dari abrasi dan habitat berbagai biota, ekosistem mangrove juga mampu menyerap serta menyimpan karbon. Karena itu, rehabilitasi mangrove menjadi salah satu pendekatan berbasis alam untuk memperkuat ketahanan kawasan pesisir sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan penyaluran bibit mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.
“Penyerahan 3.000 bibit mangrove kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TPS dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir. Melalui program Donasi Oksigen, kami berharap manfaat lingkungan yang dihasilkan dari mangrove dapat semakin luas dirasakan oleh masyarakat dan menjadi kontribusi nyata perusahaan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim,” ujar Erika.
Menurut dia, keterlibatan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan bibit yang disalurkan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Baca juga: Ekspor Tumbuh 20,54 Persen, Arus Peti Kemas di TPS Kembali Menguat pada Juli
“Sinergi antara dunia usaha dan pemerintah menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Kami mengapresiasi kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya yang akan melaksanakan penanaman dan perawatan bibit mangrove sehingga tujuan ekologis program ini dapat tercapai secara optimal,” tambahnya.
Penyerahan bibit kepada DLH Kota Surabaya juga menjadi bagian dari rangkaian penyaluran mangrove TPS sepanjang 2026. Sebelumnya, pada Mei 2026, TPS menyalurkan 3.000 bibit mangrove kepada Kecamatan Asemrowo untuk ditanam di kawasan pesisir Sontoh Laut, Surabaya.
Pada Juni 2026, TPS kembali menyalurkan 2.000 bibit mangrove kepada Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk ditanam di kawasan Manyar, Gresik. Pada periode yang sama, sebanyak 2.000 bibit lainnya disalurkan kepada Yayasan Omah Boso untuk ditanam di kawasan Romokalisari, Surabaya.
Baca juga: Bea Cukai Jatim I dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar
Dengan tambahan 3.000 bibit untuk kawasan Tambak Sarioso, total mangrove yang telah disalurkan TPS melalui program “Donasi Oksigen” sepanjang 2026 mencapai 10.000 bibit.
“Penyerahan bibit mangrove secara bertahap kepada berbagai pihak merupakan bagian dari strategi TPS untuk memperluas dampak program Donasi Oksigen. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, yayasan, dan masyarakat, kami berharap upaya rehabilitasi pesisir dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar,” kata Erika.
Program “Donasi Oksigen” menjadi salah satu bentuk implementasi komitmen TPS terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui program tersebut, perusahaan berupaya mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kawasan pesisir agar tetap hijau, sehat, dan mampu memberikan manfaat ekologis bagi generasi mendatang.
Editor : Abdul Aziz Qomar