KLIKJATIM.Com | Lamongan – Muhammad Harryanto resmi menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Lamongan periode 2026-2030. Pengusaha yang akrab disapa Harry itu terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) FPTI Lamongan.
Harry menggantikan Matekur yang sebelumnya memimpin FPTI Kabupaten Lamongan. Pengukuhan kepengurusan baru tersebut menjadi momentum untuk kembali menghidupkan pembinaan dan kompetisi panjat tebing di Lamongan.
Baca juga: Allegiant Luncurkan Jersey LFC 3.0, Angkat Ikon Lamongan dan Semangat Kebangkitan Persela
Usai dikukuhkan, Harry menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar FPTI Lamongan yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut selama empat tahun ke depan.
Founder Apparel Allegiant itu juga mengapresiasi dukungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lamongan, Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Lamongan, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan perhatian terhadap perkembangan panjat tebing di Lamongan.
“Alhamdulillah, semoga amanah. Terima kasih kepada semua atas amanah dan dukungan KONI, Disbudporapar dan teman-teman semua. Semoga apa yang kita rencanakan bisa lancar dan FPTI kembali berjaya,” kata Harry.
Menurut Harry, kepengurusan baru akan segera menyusun berbagai program kerja untuk memperkuat kembali pembinaan atlet. Salah satu fokusnya adalah menghidupkan aktivitas panjat tebing secara berkelanjutan sehingga dapat melahirkan atlet-atlet potensial dari Lamongan.
Baca juga: Maya Indri Bersama Apparel Allegiant Lelang Jersey Matchworn untuk Bantu Pondok Pesantren
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat memperkuat program pembinaan sekaligus membawa FPTI Lamongan kembali meraih prestasi di tingkat regional maupun nasional.
Sementara itu, Ketua Harian Pengprov FPTI Jawa Timur, Danu Iswara, berharap kepengurusan baru dapat menjadi momentum kebangkitan olahraga panjat tebing di Kabupaten Lamongan.
Menurut Danu, keterlibatan kembali sejumlah senior dalam kepengurusan FPTI Lamongan menjadi modal penting untuk menggerakkan organisasi dan menghidupkan berbagai kegiatan, terutama kompetisi.
“Karena dengan kompetisi kita akan mendapatkan bibit atlet baru. Kompetisi juga sebagai ajang menunjukkan kemampuan. Jika itu bisa dijalankan lagi, saya rasa masa kejayaan FPTI Lamongan meraih prestasi akan kembali,” ujarnya.
Danu menilai kompetisi yang digelar secara rutin memiliki peran penting dalam proses regenerasi atlet. Selain menjadi sarana mengasah kemampuan, kompetisi juga menjadi ruang bagi FPTI untuk memantau dan menemukan atlet-atlet muda potensial.
Atlet yang muncul dari kompetisi tersebut nantinya dapat dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kejuaraan, sehingga pembinaan panjat tebing di Lamongan dapat berjalan secara berkesinambungan dan kembali melahirkan prestasi.
Editor : Abdul Aziz Qomar