Jatim dan Kalbar Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Gubernur Khofifah melihat produk yang dipamerkan di tengah misi dagang Jatim-Kalbar. (Dok/Pemprov Jatim)

KLIKJATIM.Com | Pontianak – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Barat yang digelar di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut mencatatkan total transaksi sebesar Rp2,529 triliun.

Nilai transaksi tersebut terdiri atas penjualan produk Jawa Timur sebesar Rp1,48 triliun, pembelian komoditas dari Kalimantan Barat senilai Rp163,82 miliar, serta komitmen investasi sebesar Rp885 miliar.

Baca juga: Gubernur Khofifah Sampaikan Nota Keuangan Raperda P-APBD 2026, Target Pendapatan Jatim Naik Jadi Rp26,4 Triliun

“Alhamdulillah, misi dagang dan investasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Barat berjalan sukses dengan total transaksi mencapai Rp2,5 triliun, termasuk investasi sebesar Rp885 miliar,” ujar Khofifah.

Produk yang dipasarkan pelaku usaha Jawa Timur dalam misi dagang ini meliputi berbagai komoditas unggulan, antara lain garam, produk olahan daging, kopi, telur, susu, rokok, benih hortikultura, pakan ikan dan udang, beras, gula, produk perikanan, hasil peternakan, pupuk, hingga produk fesyen.

Sebaliknya, Jawa Timur juga membeli sejumlah komoditas dari Kalimantan Barat, seperti kayu bulat, arang batok kelapa, gula merah, briket, madu hutan, serta produk perikanan.

Selain perdagangan, misi dagang juga menghasilkan komitmen investasi perusahaan asal Jawa Timur di Kalimantan Barat. Investasi tersebut mencakup pengembangan industri pupuk bahan amelioran dan pupuk hara makro primer di Kabupaten Mempawah serta perluasan usaha perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Landak.

Khofifah menjelaskan, misi dagang menjadi instrumen penting untuk memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah sekaligus mempertemukan kebutuhan pasar dengan potensi komoditas yang dimiliki masing-masing provinsi.

“Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri,” katanya.

Misi dagang kali ini melibatkan 162 pelaku usaha, terdiri atas 62 pelaku usaha dari Jawa Timur dan 100 pelaku usaha dari Kalimantan Barat. Sejumlah transaksi bernilai besar tercatat pada sektor peternakan, pupuk, kopi, pakan ikan, hasil perkebunan, hingga komoditas arang dan briket.

Baca juga: Mulai Hari Ini Sampai 17 Agustus, Naik TransJatim Cuma Bayar Rp 81

Berdasarkan data perdagangan antarwilayah tahun 2024, total nilai perdagangan Jawa Timur dengan Kalimantan Barat mencapai Rp4,31 triliun. Dari jumlah itu, Jawa Timur mencatat surplus perdagangan sebesar Rp3,19 triliun.

Khofifah menilai capaian misi dagang tahun ini meningkat tajam dibandingkan pelaksanaan sebelumnya pada 2022 yang membukukan transaksi Rp109,31 miliar.

“Capaian misi dagang kali ini meningkat sangat signifikan dibandingkan tahun 2022. Ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama melalui perluasan komoditas, peningkatan investasi, serta pengembangan kemitraan usaha yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kekuatan ekonomi daerah tidak dapat dibangun sendiri, melainkan melalui kolaborasi dan perdagangan antarwilayah yang saling melengkapi.

Baca juga: Bendera Merah Putih Jadi Simbol Semangat Siswa Sekolah Rakyat Menuju Indonesia Emas 2045

“Kekuatan ekonomi daerah tidak dapat dibangun sendiri karena setiap daerah memiliki keunggulan, kebutuhan, dan potensi yang saling melengkapi. Perdagangan antarwilayah menjadi fondasi penting bagi integrasi ekonomi nasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah turut menawarkan kerja sama pengembangan sektor peternakan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, termasuk pelatihan inseminasi buatan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi pelaksanaan misi dagang tersebut. Menurutnya, nilai transaksi yang tercatat merupakan yang terbesar dibandingkan kegiatan serupa sebelumnya.

“Ini yang paling besar nilai transaksinya. Kami menyampaikan terima kasih dan masih banyak hal yang dapat dipelajari dari Jawa Timur,” kata Ria Norsan.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru