KLIKJATIM.Com | Gresik – PT Petrokimia Gresik kembali meraih penghargaan tingkat nasional atas komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) tersebut mendapat predikat Gold Pilar Lingkungan Kategori Anak Perusahaan BUMN dalam ajang 6th TJSL & CSR Award 2026.
Penghargaan yang digelar BUMN Track bersama BTA Academy itu diberikan atas keberhasilan Petrokimia Gresik mengembangkan program Masyarakat Sadar Pengelolaan Sampah (Masdarsa) di Kelurahan Tlogopojok, Kabupaten Gresik.
Baca juga: HUT Ke-54, Petrokimia Gresik Santuni 529 Abang Becak sebagai Wujud Kepedulian Sosial
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa program TJSL perusahaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan sosial, tetapi juga mampu menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
"Keberhasilan TJSL saat ini tidak lagi diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, tetapi dari besarnya perubahan yang diciptakan. Perusahaan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan akan memperoleh kepercayaan yang lebih besar dari publik," ujar Daconi.
Menurut dia, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi bagian penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan.
"Itulah sebabnya prinsip-prinsip ESG bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi masa depan perusahaan," imbuhnya.
Program Masdarsa telah dijalankan Petrokimia Gresik sejak 2022. Program tersebut dirancang untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular di tingkat lokal.
Dalam perkembangannya, Masdarsa kini telah memiliki 20 bank sampah, termasuk satu bank sampah sekolah yang berada di UPT SD Negeri 15 Gresik.
Tak hanya mengandalkan aktivitas pengumpulan dan pemilahan sampah, program tersebut juga dikembangkan melalui sejumlah kegiatan produktif. Di antaranya budidaya hidroponik, budidaya ikan dalam ember (budikdamber), produksi eco-enzyme, serta layanan stasiun isi ulang atau Refilin untuk mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.
Baca juga: Dukung Pemulihan Ekosistem Pantai, Petrokimia Gresik Terus Kembangkan Kawasan Mangrove Mengare
Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya didorong untuk mengubah kebiasaan dalam memilah dan mengelola sampah, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.
Petrokimia Gresik turut memberikan pendampingan dan transfer pengetahuan kepada kelompok masyarakat. Salah satu inovasi yang diterapkan yakni pemanfaatan karung pupuk bekas sebagai media pengumpulan sampah.
Hingga Mei 2026, Masdarsa tercatat telah mengelola lebih dari 194 ton sampah anorganik. Program tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah, mendukung ketahanan pangan melalui hidroponik dan budikdamber, serta membuka peluang tambahan pendapatan melalui aktivitas bank sampah.
Daconi mengatakan, implementasi TJSL di Petrokimia Gresik akan terus diarahkan agar selaras dengan prinsip ESG dan konsep Creating Shared Value (CSV).
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Petrokimia Gresik untuk terus memperkuat implementasi program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan," katanya.
Baca juga: Gandeng Kemenko Pangan, Petrokimia Gresik Bagikan Sembako Gratis untuk Nelayan dan Ojol
Dia menegaskan perusahaan akan terus mengembangkan program yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Ke depan, kami akan terus menghadirkan program-program yang inovatif, adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, serta sejalan dengan prinsip ESG agar mampu menciptakan nilai bersama bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan," pungkas Daconi.
Ajang 6th TJSL & CSR Award 2026 merupakan penghargaan bagi perusahaan yang dinilai mampu mengintegrasikan program TJSL ke dalam strategi bisnis dan menciptakan dampak sosial, lingkungan, serta ekonomi secara berkelanjutan.
Tahun ini, sebanyak 68 perusahaan yang terdiri atas BUMN, anak perusahaan BUMN, dan perusahaan terbuka mengikuti ajang tersebut. Proses penilaian melibatkan akademisi, pakar ESG, praktisi CSR, serta tokoh nasional.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan 5–10 opsi judul dengan angle lingkungan, ekonomi sirkular, atau dampak 194 ton sampah.
Editor : Abdul Aziz Qomar