Pemuda Kru Sound Horeg Tewas Tersangkut Gapura di Jember, Polisi Beberkan Kronologi Kejadian

Reporter : Muhammad Hatta
Ilustrasi peristiwa kru sound di Jember terbentur gapura. (Dok/AI)

KLIKJATIM.Com | JEMBER – Video berdurasi 18 detik yang memperlihatkan seorang kru sound horeg meninggal dunia setelah kepalanya tersangkut gapura jalan viral di media sosial, Selasa (4/8/2026). Rekaman tersebut beredar luas di sejumlah grup Facebook, salah satunya Info Warga Jember, dan menjadi perhatian warganet.

Dalam video itu, perekam menjelaskan peristiwa yang dialami korban menggunakan bahasa Madura.

Baca juga: Krisis Air Bersih Meluas di Jember, Lima Kecamatan Mulai Terdampak Kekeringan

"Kejadian e Bobbin reh, e kening lempet Gapuro e Candijati Arjasa. Dek omor pas, agili dere. Tepak nyetel sound."

Kalimat tersebut berarti, "Kejadian Bobbin ini, kepalanya terjepit gapura di Candijati, Arjasa. Langsung meninggal dunia, darahnya mengalir. Baru selesai memasang sound."

Berdasarkan penelusuran, peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di Gapura Jalan Krasak, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, tepatnya di samping PT Danneman.

Korban diketahui berinisial ZA (29), warga Dusun Krajan Timur, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa. Ia merupakan kru NC Audio yang baru saja menyelesaikan pekerjaan dalam sebuah acara di wilayah Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, sebelum kembali menuju markas bersama rekan-rekannya.

Hasil penyelidikan kepolisian menyebutkan, rombongan pulang menggunakan sebuah truk pengangkut peralatan sound system yang dikemudikan Akhmad Affandi Setiawan. Kendaraan melintas melalui Gang Krasak menuju markas NC Audio.

Sejumlah kru beristirahat di dalam bak truk setelah bekerja selama beberapa hari. Namun, tanpa diketahui sopir maupun rekan lainnya, korban naik ke bagian paling atas tumpukan peralatan sound dan diduga tertidur.

Saat truk melintasi Gapura Jalan Krasak, posisi korban yang berada di atas muatan melebihi batas aman sehingga kepalanya membentur konstruksi gapura dengan keras.

Pelaksana Harian (Plh) Kapolsek Arjasa, Ipda Mustaqim Romli, mengatakan sopir tidak mengetahui korban berada di atas tumpukan peralatan.

"Mungkin capek atau apa, yang bersangkutan tidur di atas truknya itu. Teman-temannya tidur di bak semua, tidak tahu salah satu itu kok tidurnya di atas atau naik ke atas. Akhirnya nyantol gapura," ujarnya.

Sopir baru menyadari insiden tersebut setelah mendengar suara benturan keras dari bagian atas kendaraan. Ia kemudian menghentikan truk dan bersama kru lainnya memeriksa kondisi korban.

Baca juga: Pembongkaran Tower Seluler di Jember Tanpa Sosialisasi, Warga Pertanyakan Prosedur K3 dan Tanggung Jawab Perusahaan

"Mengetahui hal tersebut, sopir langsung menghentikan truk dan mengecek ke atas bersama rombongan," kata Mustaqim.

Korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka berat di bagian kepala dan langsung dievakuasi ke RSUD dr. Soebandi Jember. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Usai menerima laporan, personel Polsek Arjasa bersama Unit Resmob mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan pengukuran di lokasi.

Menurut Mustaqim, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tinggi muatan truk masih berada dalam batas aman saat melintasi gapura. Kecelakaan terjadi karena korban berada di posisi paling atas tumpukan peralatan.

"Secara perhitungan fisik, tinggi muatan truk dan gapura sebenarnya masih memiliki selisih jarak aman yang selama ini sering dilintasi setelah kegiatan," jelasnya.

Pihak keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki proses hukum dilanjutkan.

Baca juga: Pemuda Asal Jember Raih Pengakuan NASA hingga UNESCO Berkat Keahlian Keamanan Siber

"Pihak keluarga korban meminta untuk tidak melanjutkan proses hukum dan menerima kejadian ini sebagai musibah," ungkap Mustaqim.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan pada hari yang sama.

Atas kejadian tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pengemudi dan kru kendaraan pengangkut peralatan, agar lebih mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

Mustaqim menegaskan, setiap kendaraan dengan muatan besar harus memperhatikan posisi penumpang, tinggi muatan, serta potensi bahaya yang dapat membahayakan seluruh kru.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara. Kami juga akan berkoordinasi dengan Unit Laka terkait berbagai pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan," pungkasnya.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru