KLIKJATIM.Com | Sumenep - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur memastikan identitas lima korban meninggal dunia dalam tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura.
Hasil pemeriksaan forensik mengungkap, seluruh korban diduga meninggal akibat tenggelam setelah sebelumnya menghirup asap pekat, bukan karena luka bakar.
Baca juga: Selidiki Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Polda Jatim Periksa 22 Saksi
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Wahono Edhi P., menjelaskan, lima jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya pada 2 hingga 3 Agustus 2026 telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI.
Menurutnya, proses identifikasi mengandalkan metode primer berupa pencocokan sidik jari. Hasil tersebut kemudian diperkuat melalui data sekunder, meliputi pemeriksaan gigi, rekam medis, ciri-ciri fisik, hingga barang pribadi milik korban.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada korban yang meninggal karena luka bakar. Rata-rata korban mengalami sesak napas akibat menghirup asap, kemudian melompat ke laut dan akhirnya tenggelam atau mengalami kelemasan saat berada di laut," kata Wahono, di Surabaya, Senin (3/8).
Adapun lima korban yang telah dipastikan identitasnya masing-masing adalah Sri Indratmo Wijaya (47), warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah; Siti Fatimah (57), warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan; Sari Sukoco (39), warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur; Rino Eka Putra (48), warga Kabupaten Agam, Sumatra Barat; serta Yedi Hendrawan (63), warga Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Wahono menerangkan, sebagian korban diduga lebih dahulu kehilangan kesadaran setelah menghirup asap tebal sebelum akhirnya memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Dalam kondisi tersebut, mereka diperkirakan tidak mampu bertahan hingga akhirnya tenggelam.
Baca juga: Hak Abdul Hamid Pulih, BRI Kembalikan SK Pensiun dan Hentikan Potongan Kredit
Sementara korban lainnya diduga berhasil keluar dari kapal, tetapi tidak sanggup bertahan di tengah laut akibat kelelahan maupun ketidakmampuan berenang. Kondisi itu diperburuk karena korban banyak menelan air laut.
"Jadi rata-rata korban meninggal karena tenggelam atau kelemasan setelah berada di laut, bukan karena terbakar," ujarnya.
Operasi identifikasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Direktorat Polairud Polda Jatim, RS Bhayangkara Surabaya, RS Bhayangkara Pamekasan, tim forensik Universitas Airlangga, PT Jasa Raharja, TNI, PMI, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya.
Baca juga: PAN Sumenep Perkuat Struktur hingga Desa, 500 Relawan Dikukuhkan
Wahono menambahkan, proses DVI akan tetap berjalan hingga operasi pencarian korban secara resmi dihentikan oleh Basarnas bersama BPBD. Polda Jatim juga menyediakan layanan informasi bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya melalui hotline Tim DVI di nomor 0851-9044-7911.
Ia mengimbau masyarakat yang merasa memiliki kerabat sebagai penumpang KM Mutiara Sentosa 2 segera menghubungi petugas agar proses pencarian maupun identifikasi dapat dipercepat.
Setelah seluruh tahapan identifikasi selesai, lima jenazah tersebut dijadwalkan diserahkan kepada pihak keluarga melalui Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya pada hari yang sama.
Editor : Ratno