405 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat Gresik, Mensos Pastikan Rekrutmen Tanpa Titipan

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kabupaten Gresik. (Dok/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Sebanyak 405 siswa dari keluarga prasejahtera mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kabupaten Gresik. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan seluruh peserta didik direkrut melalui proses penjangkauan langsung kepada keluarga sasaran tanpa adanya praktik titip-menitip.

Penegasan tersebut disampaikan saat Menteri Sosial mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi I di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Senin (3/8/2026).

Baca juga: Sekda Gresik Dampingi Gubernur Jatim Tinjau Sekolah Rakyat : Tegaskan Pendidikan Kunci Putus Kemiskinan

"Tidak ada titip-titipan dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat. Tidak ada titipan gubernur, bupati, camat, atau kepala desa," ujar Saifullah Yusuf.

Menurutnya, mekanisme penerimaan siswa dilakukan dengan mendatangi langsung keluarga miskin dan miskin ekstrem yang menjadi sasaran program. Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh anak-anak yang membutuhkan.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gresik menampung 405 siswa. Rinciannya, masing-masing 90 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA, ditambah 75 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) yang telah lebih dulu berjalan serta 60 siswa asal Kabupaten Lamongan.

Saifullah Yusuf mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gresik yang dinilai berhasil memenuhi kuota peserta didik meski pembangunan kawasan sekolah belum sepenuhnya rampung.

Ia menjelaskan, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seluruh siswa diwajibkan mengikuti MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, serta kehidupan di asrama.

Baca juga: SDIT Al Ibrah Tanamkan Karakter dan Cinta Al-Qur'an lewat Survivor dan Qur'an Camp

Selain itu, tahun ini MPLS Sekolah Rakyat juga melibatkan Program Taruna Bhakti yang diikuti taruna Akademi Militer TNI dan Akademi Kepolisian. Sebanyak lima taruna ditempatkan di setiap Sekolah Rakyat selama lima hari untuk mendampingi para siswa.

"Program Taruna Bhakti bertujuan membangun fondasi karakter, melatih kemandirian, serta menjadi teladan bagi siswa selama MPLS," katanya.

Menurut Saifullah Yusuf, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program tersebut diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan gratis bagi keluarga kurang mampu.

Baca juga: Gandeng Pakar Unair Suko Widodo, YIMI Gresik Asah Komunikasi Guru Hadapi Murid Era Digital

Ia bersyukur gedung permanen Sekolah Rakyat di Gresik telah mulai difungsikan sehingga seluruh kuota siswa dapat terpenuhi.

"Melalui sekolah berasrama gratis ini, kami ingin melahirkan generasi unggul yang berkarakter kuat. Kurikulum nasional dipadukan dengan nilai-nilai religius dan kearifan lokal agar para siswa siap menghadapi masa depan," ujar Yani.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial bersama Bupati Gresik juga meninjau sejumlah fasilitas sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare serta berdialog dengan para siswa yang mengikuti MPLS.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru