KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan pertumbuhan positif pada kinerja konsolidasi Semester I 2026. Peningkatan tersebut sejalan dengan penguatan sinergi yang terus dibangun bersama anggota Kelompok Usaha Bank (KUB) sebagai strategi memperkuat daya saing bank pembangunan daerah.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengatakan penguatan kolaborasi antaranggota KUB menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem perbankan daerah yang lebih kuat, efisien, dan kompetitif di tengah perkembangan industri jasa keuangan.
"Sebagai Entitas Utama KUB, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota. Sinergi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas layanan kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing Bank Pembangunan Daerah secara bersama-sama," ujar Winardi.
Saat ini, KUB Bank Jatim beranggotakan Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung. Bersama lima bank pembangunan daerah tersebut, Bank Jatim terus mengembangkan berbagai bentuk kerja sama yang saling menguntungkan.
Dengan Bank NTB Syariah, sinergi difokuskan pada pengembangan layanan remitansi yang saat ini masih dalam tahap integrasi sistem, dengan mempertimbangkan potensi besar pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat.
Sementara itu, kerja sama dengan Bank NTT menunjukkan perkembangan positif melalui optimalisasi layanan jasa kustodian yang ditandai dengan peningkatan penempatan surat berharga. Kedua bank juga telah mencapai kesepakatan terkait besaran biaya layanan remitansi.
Adapun bersama Bank Banten, Bank Jatim telah menyelaraskan ketentuan joint financing untuk mendukung pembiayaan bersama yang lebih efektif. Sedangkan kerja sama dengan Bank Sultra difokuskan pada pengembangan layanan prioritas yang kini masih dalam proses pemenuhan persyaratan perizinan kepada regulator.
Menurut Winardi, berbagai bentuk kolaborasi tersebut membuktikan bahwa KUB tidak hanya menjadi wadah pemenuhan regulasi, tetapi juga mampu menghasilkan sinergi bisnis yang memperkuat fundamental seluruh anggotanya.
"Kami optimistis sinergi antaranggota KUB akan terus berkembang melalui berbagai kerja sama strategis lainnya. Dengan saling berbagi kapabilitas, memperluas layanan, dan mengoptimalkan potensi masing-masing daerah, kami yakin KUB akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan Bank Pembangunan Daerah di Indonesia," tegasnya.
Penguatan sinergi tersebut turut mendorong kinerja konsolidasi Bank Jatim sepanjang Semester I 2026. Hingga akhir Juni 2026, total aset konsolidasi mencapai Rp162,05 triliun atau tumbuh 37,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp118,15 triliun.
Penyaluran kredit konsolidasi juga meningkat signifikan sebesar 41,68 persen secara tahunan, dari Rp78,55 triliun pada Semester I 2025 menjadi Rp111,28 triliun pada Semester I 2026.
Sementara itu, laba bersih konsolidasi Bank Jatim selama enam bulan pertama tahun ini mencapai sekitar Rp1,2 triliun atau meningkat 53,49 persen dibandingkan Semester I 2025 yang sebesar Rp811 miliar.
"Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan sinergi melalui KUB mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan bisnis Bank Jatim maupun seluruh anggota. Ke depan kami akan terus memperluas ruang kolaborasi, mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kontribusi Bank Pembangunan Daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional maupun daerah," pungkas Winardi.
Editor : Abdul Aziz Qomar