Efek BWBF 2026 Mulai Terasa, Permintaan Batik Bojonegoro Naik Signifikan

Reporter : M Nur Afifullah
Efek nyata BWBF 2026! Batik khas Bojonegoro kian diminati dan dicari masyarakat.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Gelaran Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 tak hanya sekadar menjadi ajang pamer keindahan karya para perajin. Event Akbar yang sukses dihelat pada Juni lalu tersebut kini mulai membuahkan hasil nyata. Permintaan hingga volume penjualan batik khas Bojonegoro dilaporkan melesat naik, memberi angin segar bagi para pelaku usaha batik di Kota Ledre.

Geliat dan lonjakan minat masyarakat terhadap batik Bojonegoro ini terungkap dalam agenda audiensi antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro bersama para perajin batik setempat. Pertemuan ini difungsikan sebagai wadah evaluasi pasca-BWBF sekaligus ruang diskusi merumuskan strategi penguatan industri batik ke depan.

Baca juga: Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengungkapkan bahwa peningkatan grafik penjualan menjadi bukti empiris bahwa promosi terpadu melalui BWBF berhasil mendongkrak daya pikat batik lokal di mata masyarakat luas.

"Alhamdulillah, setelah Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, pembelian dan permintaan batik Bojonegoro meningkat. Ini menjadi semangat bagi kita semua untuk terus mengembangkan kualitas dan daya saing batik Bojonegoro," tutur Cantika saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).

Dalam forum diskusi tersebut, para perajin saling berbagi pengalaman dan dampak positif selama gelaran festival. Selain berhasil memperluas jejaring pasar, mereka mencatat tingginya antusiasme konsumen terhadap motif-motif ikonik Bojonegoro. Kendati demikian, sektor produksi masih menyisakan sejumlah tantangan, terutama dalam menjaga kapasitas dan kontinuitas guna memenuhi permintaan pasar yang melonjak.

Menanggapi hal tersebut, Dekranasda bersama para perajin mulai merancang eksplorasi pengembangan motif-motif baru yang tetap berpijak pada kekayaan budaya lokal. Ragam masukan dari para pelaku usaha akan dikristalisasi menjadi fondasi penyusunan program pembinaan yang presisi.

Baca juga: Patra Logistik Perkuat Keandalan Layanan Avtur di AFT Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang

Cantika menegaskan, akselerasi industri batik Bojonegoro membutuhkan sinergi kolektif seluruh elemen daerah, mulai dari pemerintah, pengrajin, hingga para pemangku kepentingan, agar batik Bojonegoro mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Bojonegoro (APBB), Lukdianto, berharap kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat terus terjalin erat. Menurutnya, kolaborasi berkelanjutan merupakan kunci melahirkan motif batik yang memiliki karakter kuat sebagai identitas daerah.

"Kami berharap ke depan dapat terus berkolaborasi untuk menemukan ciri khas motif batik Bojonegoro yang solid dan berkarakter, sehingga memiliki daya saing sekaligus menjadi identitas daerah," jelas Lukdianto.

Baca juga: Dorong Daya Saing Maritim Asia Pasifik, Menko AHY Gejot Penataan BMTH dan Marina Internasional Benoa

Di samping itu, APBB turut menyuarakan usulan strategis terkait pembangunan galeri batik di lokasi strategis sebagai pusat promosi dan etalase utama produk perajin. Pihaknya juga mendorong hadirnya regulasi serta kebijakan berkelanjutan agar program pendampingan dan pembinaan industri batik tetap berjalan konsisten melintasi pergantian kepemimpinan daerah.

Menurut Lukdianto, jaminan kepastian dukungan dari pemerintah daerah akan memberikan ruang gerak yang luas bagi para pelaku usaha untuk berinovasi, meningkatkan mutu produk, sekaligus memperkokoh eksistensi batik Bojonegoro sebagai warisan budaya yang ampuh menggerakkan roda perekonomian daerah.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru