KLIKJATIM.Com | Malang – Program penguatan ketahanan pangan nasional di sektor perkebunan menunjukkan hasil positif di daerah. Direktur CV Langbuana, Safik, bersama kelompok tani tebu se-Kabupaten Malang dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Sani Putra melakukan peninjauan langsung di lahan tebu Desa Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen, pada Jumat (17/7/2026).
Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk melihat langsung perkembangan tanaman tebu yang telah ditanam sejak 2 Maret 2026. Program ini merupakan bagian dari stimulus pemerintah untuk mendongkrak produksi tebu nasional demi mewujudkan swasembada gula.
Baca juga: Samsung Galaxy A27 5G Resmi Meluncur di Indonesia: Andalkan Snapdragon 6 Gen 3 dan Fitur AI Premium
Berdasarkan pengamatan di lokasi, pertumbuhan tanaman tebu dinilai sangat baik, sehat, dan memberikan harapan produktivitas yang tinggi bagi para petani setempat.
Kepuasan tersebut salah satunya diungkapkan oleh Munir, anggota Kelompok Tani Mekarsari 2 asal Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen. Menurutnya, intervensi program dari pemerintah ini berjalan efektif di tingkat tapak.
"Hasilnya sangat menggembirakan. Pertumbuhan tebu bagus dan sesuai harapan," ujar Munir di sela-sela kegiatan peninjauan.
Baca juga: Polres Sampang Tangkap Ayah Tiri Terkait Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur
Munir menjelaskan bahwa penyaluran bantuan telah terealisasi sesuai regulasi yang ditetapkan. Setiap petani yang memenuhi kualifikasi dengan kepemilikan lahan seluas 1 hektare mendapatkan stimulan berupa 60.000 mata tunas tebu serta bantuan Honor Orang Kerja (HOK) sebesar Rp4 juta.
Mewakili kelompok tani di Kabupaten Malang, Munir menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen pemangku kebijakan dalam menjaga kesejahteraan sektor hulu pertanian.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, terutama kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada petani tebu. Program ini sangat membantu meningkatkan semangat petani dalam mengembangkan budidaya tebu," ungkapnya.
Baca juga: Tiga Hari Hilang Saat Melaut, Nelayan Sokobanah Sampang Ditemukan Meninggal di Pantai Paniniran
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Sani Putra menegaskan bahwa monitoring ini penting dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan program berjalan akuntabel dan presisi.
Pemerintah daerah berharap, keberhasilan fase pertumbuhan ini dapat memacu produktivitas lahan secara berkelanjutan. Sinergi yang kuat antara pemerintah, penyedia bibit seperti CV Langbuana, dan kelompok tani diharapkan menjadi pilar utama dalam menyokong target swasembada gula nasional serta memperkokoh ketahanan pangan.
Editor : Fatih