Hari Pertama Sekolah, Bupati Yes Pastikan MPLS Aman dan Bebas Bullying di Tikung

Reporter : Rozy
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kecamatan Tikung.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Hari pertama masuk sekolah di Kabupaten Lamongan diwarnai dengan komitmen kuat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari PAUD Bhakti Pertiwi, SDN 3 Balongwangi Tikung, hingga SMPN 1 Tikung, Senin (13/7/2026).

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan implementasi Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 berjalan optimal di lapangan. Regulasi terbaru tersebut menegaskan bahwa MPLS dilaksanakan paling lama lima hari dan wajib menjadi sarana penumbuhan karakter serta pengembangan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Baca juga: Momen MPLS, Matahari Icon Mall Gresik Catat Lonjakan Omzet Perlengkapan Sekolah

Menariknya, pelaksanaan MPLS kali ini disinergikan dengan GAMAS (Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah). Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut menyoroti hasil survei memprihatinkan terkait fenomena fatherless atau ketidakhadiran sosok ayah dalam masa pendidikan anak yang secara nasional mencapai angka 24,9 persen.

"Kehadiran orang tua, khususnya ayah, menjadi sangat penting. Ayah menjadi sosok pengayom yang membuat anak merasa aman, sekaligus bentuk keterlibatan nyata dalam masa tumbuh kembang anak. Untuk itu, sekarang ada anjuran Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah. Bahkan, Mendagri memberi kelonggaran bagi ASN untuk mengambil waktu dinas di masa pengantaran anak sekolah ini," ujar Pak Yes.

Baca juga: Peran Koperasi Lamongan Semakin Menguat, Sokong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Berkat Akselerasi KDKMP

Lebih lanjut, Pak Yes memaparkan bahwa pesatnya perkembangan zaman akan membenturkan generasi muda saat ini dengan kondisi Indonesia Emas 2045 yang penuh dengan perubahan lingkungan makro. Kendati demikian, pondasi emosional anak tidak boleh rapuh.

"Semuanya berubah, namun yang tidak boleh berubah adalah hubungan anak dan orang tua, kasih sayang, serta kepercayaan anak kepada orang tua. Ini yang tidak akan bisa tergantikan oleh apa pun. Untuk itu, interaksi anak di masa awal sekolah ini sangat penting. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, jangan sampai terjadi bullying (perundungan) di sekolah, sehingga anak-anak bisa belajar dengan bahagia, ayem, dan tentram," imbuhnya.

Baca juga: MPLS di Sumenep Wajib Pakai Bahasa Madura, Ini Alasannya

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Shodikin, menjelaskan bahwa skema MPLS terbaru ini merupakan gerakan transisi yang dirancang Kemendikdasmen agar terjadi kesinambungan yang selaras antara jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Melalui momentum ini, wali murid dapat saling berbagi informasi mengenai keunikan potensi anak kepada pihak sekolah.

"Anak-anak ini adalah subjek, bukan objek. Jadi, sekolah bertugas menyiapkan lingkungan pembelajaran yang bagus untuk menyambut potensi anak-anak kita. Ini selaras dengan instruksi Pak Menteri untuk menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan," pungkas Shodikin.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru