KLIKJATIM.Com | Sampang – Keterbatasan perhatian terhadap infrastruktur di wilayah pedesaan memicu warga Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang untuk mengambil langkah mandiri. Masyarakat setempat mewacanakan pembangunan jalan poros yang menghubungkan antara Desa Daleman dengan Desa Pesarenan secara swadaya dengan target anggaran mencapai Rp 400 juta.
Jalan poros tersebut memiliki panjang sekitar 800 meter dengan lebar kurang lebih 3 meter. Infrastruktur ini merupakan jalur krusial bagi mobilitas dan aktivitas harian masyarakat di kedua desa tersebut.
Baca juga: Perkenalkan New Honda Vario EVO 160, MPM Honda Jatim Gelar Public Exhibition Meriah di Blitar
Koordinator Pelaksana Pembangunan, Talim, menjelaskan bahwa rencana aksi mandiri ini mencuat akibat kondisi jalan utama yang sudah lama rusak parah sehingga menghambat konektivitas serta memperlambat akses para pengguna jalan. Demi memuluskan proyek ini, masyarakat sepakat bergotong royong mengumpulkan dana secara mandiri dari lingkungan sekitar.
"Kami mengandalkan dana swadaya masyarakat. Setiap rumah direncanakan berpartisipasi sebesar Rp 2 juta, itupun mengorbankan Bulan Maulid yang biasanya warga setempat ikut merayakan. Selain itu, kami juga akan berupaya menggalang donasi dari pihak luar," terang Talim saat memberikan keterangan, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Seleksi Wawancara Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Kemnaker Berlangsung hingga 15 Juli 2026
Talim merinci bahwa estimasi anggaran sebesar Rp 400 juta tersebut dihitung berdasarkan kalkulasi kebutuhan material untuk menyesuaikan spesifikasi panjang jalan 800 meter dan lebar 3 meter yang akan dibangun. Guna mendukung kelancaran proyek, warga juga telah membentuk struktur kepanitiaan resmi yang diisi oleh ketua pelaksana, bendahara, serta sejumlah anggota untuk mengoordinasikan penggalangan dana di lapangan.
"Saat ini kami masih fokus mengumpulkan dana. Jika anggaran yang dibutuhkan sudah mencukupi, Insya Allah pembangunan akan mulai dilaksanakan bulan ini secara bertahap," ucapnya.
Kendati memilih bergerak secara mandiri, masyarakat setempat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang tetap turun tangan dan memberikan perhatian serius terhadap kondisi riil infrastruktur jalan di wilayah pedesaan, terutama jalur-jalur poros yang menjadi urat nadi perekonomian warga.
"Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan jalan-jalan yang memang menjadi kewenangannya untuk diperbaiki. Jangan sampai muncul kesan pemerintah daerah menutup mata terhadap kondisi jalan rusak, apalagi jalan poros yang sangat dibutuhkan masyarakat," tegas Talim.
Editor : Fatih