KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Industri pengolahan perikanan Jawa Timur kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor 405 ton produk ikan kaleng siap saji produksi PT Pacific Harvest Indonesia yang berlokasi di Banyuwangi, Senin (6/7).
Ekspor massal yang terdiri dari produk sarden, makarel, dan tuna ini menyasar sejumlah negara di berbagai belahan dunia. Pelepasan komoditas bernilai tinggi ini ditandai dengan prosesi pemecahan kendi untuk memberangkatkan 15 unit Full Container Load (FCL), di mana masing-masing kontainer memuat sekitar 27 ton produk olahan.
Baca juga: Kemenko Pangan Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok di Banyuwangi Aman
Secara rinci, dari total 15 kontainer tersebut, enam kontainer dikirim ke Tanzania, dua kontainer ke Uni Emirat Arab (UAE), satu kontainer ke Albania, tiga kontainer menuju Pelabuhan Dar es Salaam di Tanzania, serta masing-masing satu kontainer ke Beirut (Lebanon) dan Sihanoukville (Kamboja). Sementara itu, dua kontainer sisanya dikirim ke negara tujuan ekspor mitra perusahaan lainnya.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa daya saing produk perikanan Jatim dan kepercayaan pasar global tetap terjaga kuat. Menurutnya, dinamika geopolitik global saat ini justru mengerek tren permintaan terhadap produk pangan siap saji (ready-to-eat).
"Ternyata ketika berbagai negara mengalami konflik, kebutuhan ikan siap saji semakin tinggi. Tantangan itu justru menjadi peluang besar bagi Pacific Harvest Indonesia," ujar Khofifah di sela-sela pelepasan ekspor.
Ia berharap ekspansi pasar internasional ini terus konsisten dari segi volume dan jangkauan wilayah, sehingga mampu memacu pertumbuhan industri lokal serta memberikan dampak ekonomi linier bagi masyarakat pesisir, khususnya di wilayah Banyuwangi.
Baca juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan, Jaga Inflasi Sekaligus Dongkrak UMKM Lokal
Pelepasan ratusan ton ikan kaleng ini dilakukan sesaat setelah Gubernur Khofifah meresmikan PT Sunrise Masami International, sebuah pabrik yang bergerak di industri pembuatan kaleng kemasan. Kehadiran pabrik baru ini dinilai menjadi tonggak penting dalam penguatan struktur hilirisasi industri perikanan nasional.
Khofifah mengungkapkan, selama ini industri pengolahan ikan dalam negeri—termasuk PT Pacific Harvest Indonesia—masih menggantungkan pasokan kemasan kaleng dari luar negeri melalui jalur impor. Dengan beroperasinya pabrik baru tersebut, rantai pasok kini bisa dipenuhi secara lokal.
"Sekarang industri substitusi impor itu mulai beroperasi. Ini menjadi harapan baru dan berita baik bagi kita semua, karena setiap investasi pasti mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja," terangnya.
Langkah strategis ini, lanjut Khofifah, sejalan dengan prinsip "petik, olah, kemas, dan jual" yang terus diakselerasi di Jawa Timur. Keberadaan produksi wadah kemasan secara mandiri di Banyuwangi diyakini bakal memangkas biaya logistik, menekan ketergantungan impor, sekaligus mendongkrak efisiensi ekspor.
"Manfaat yang sangat signifikan adalah produk yang sebelumnya diimpor kini sudah diproduksi di Banyuwangi. Harapan kita produksinya terus meningkat sehingga kebutuhan industri lain yang selama ini masih mengimpor kaleng juga bisa dipenuhi dari sini," pungkasnya.
Editor : Fatih