Kebun Semangka di Dasuk Sumenep Disulap Jadi Wisata Petik, Penjualan Tembus Satu Ton

Reporter : Hendra
RAMAI : Suasana wisata petik semangka di Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk, Sumenep, yang dipadati pengunjung saat memilih dan memanen semangka langsung dari kebun. (doc. M.Hendra.E/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep - Sebidang kebun semangka di Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, kini tak lagi sekadar menjadi lahan produksi pertanian. 


Tempat itu bertransformasi menjadi destinasi agrowisata yang menawarkan pengalaman memetik semangka langsung dari pohonnya.

Baca juga: Mahasiswa STAINAS Gapura Dibekali Jurnalisme Etika dan Investigasi


Konsep wisata yang diusung terbilang sederhana, tetapi mampu memancing antusiasme masyarakat. Setiap pengunjung diberi kesempatan memilih sendiri buah semangka yang diinginkan, kemudian memanennya langsung dari kebun.


Selain menikmati suasana perkebunan, wisatawan juga memperoleh edukasi dari para petani mengenai cara membedakan semangka yang telah matang, memiliki rasa manis, dan siap dikonsumsi.


Daya tarik lainnya, pengunjung dapat menikmati semangka sepuasnya di lokasi tanpa dipungut biaya tambahan. Sementara itu, bagi yang ingin membawa pulang hasil panennya hanya dikenakan tarif Rp5.000 untuk setiap kilogram.


Pengelola wisata petik semangka, David mengungkapkan, bahwa gagasan tersebut muncul sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi hasil panen para petani.

Baca juga: PKB Sumenep Resmi Bentuk Kepengurusan Baru 2026–2031


Menurutnya, menghadirkan pengalaman memetik buah secara langsung menjadi nilai tambah yang mampu menarik minat masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor pertanian.


Respons masyarakat pun melampaui ekspektasi. Baru berjalan selama enam hari sejak dibuka, wisata petik semangka tersebut telah membukukan penjualan sekitar satu ton. Pengunjung tidak hanya berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep, tetapi juga datang dari luar daerah.


David berharap, inovasi yang dirintisnya bisa menjadi motivasi bagi para petani lain untuk terus mengembangkan potensi pertanian dengan cara-cara kreatif, termasuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.

Baca juga: Minim Pendaftar, Sekolah Rakyat Sumenep Kurang Diminati Lantaran Orang Tua Masih Ragu


“Saya ingin memberikan semangat kepada para petani agar terus bertani dan tidak menganggur. Bagi petani yang masih muda, teruslah semangat. Saya mencoba inovasi baru memanfaatkan media sosial, dan alhamdulillah hasilnya seperti sekarang ini,” ujar David, Minggu (5/7).


Ia optimistis konsep agrowisata petik semangka di Desa Nyapar memiliki prospek cerah untuk terus berkembang. Selain meningkatkan pendapatan petani, keberadaan wisata tersebut juga diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar kawasan pertanian.

Editor : Ratno

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru