Mahasiswa STAINAS Gapura Dibekali Jurnalisme Etika dan Investigasi

Reporter : Hendra
PELATIHAN : Suasana Pelatihan Sehari Jurnalistik di STAINAS Gapura yang diikuti puluhan mahasiswa untuk memperkuat pemahaman tentang etika pers, teknik peliputan, dan penulisan berita. (doc. M.Hendra.E/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep - Upaya meningkatkan kemampuan jurnalistik mahasiswa terus dilakukan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Palotan STAINAS Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura.


Bersama Komunitas Aliansi Media Partner (AMP), organisasi tersebut menggelar pelatihan Sehari Jurnalistik bertema Jurnalisme Perbankan di Aula KH Zubairi MZ, lantai 2 STAINAS Gapura, Sabtu (4/7/2026).

Baca juga: PKB Sumenep Resmi Bentuk Kepengurusan Baru 2026–2031


Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang telah lama berkecimpung di dunia media, Moh. Sumardono serta Syamsuni.


Selama pelatihan, peserta diajak memahami perjalanan dunia pers, kode etik jurnalistik, teknik penulisan berita, hingga metode investigasi dalam mengungkap suatu persoalan.


Peserta yang didominasi mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka memperoleh materi mengenai prinsip-prinsip dasar jurnalistik, cara menggali informasi melalui wawancara, mengenali unsur berita, hingga menyusun naskah berdasarkan kaidah 5W+1H.


Agar lebih mudah dipahami, penyampaian materi dipadukan dengan contoh-contoh pengalaman peliputan di lapangan. Pendekatan tersebut memberi gambaran nyata mengenai proses kerja seorang wartawan, mulai dari mencari data hingga menyajikan informasi kepada publik.


Dalam pemaparannya, Moh. Sumardono atau Mazdon menegaskan bahwa keberadaan pers memiliki posisi strategis sebagai penyampai informasi sekaligus pengawas jalannya kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. 


Ia juga mengisahkan perjuangan sejumlah jurnalis nasional maupun wartawan perang yang tetap bekerja di tengah situasi penuh tantangan demi memperoleh fakta.


Meski demikian, Mazdon mengingatkan bahwa seorang jurnalis tidak boleh hanya berorientasi pada sensasi. Setiap informasi harus melalui pertimbangan matang sebelum dipublikasikan.


"Ada fakta dan kebenaran tertentu yang belum tentu layak dipublikasikan menjadi berita. Misalnya, tidak mungkin kita memberitakan hal-hal yang justru merugikan atau menjatuhkan almamater sendiri tanpa mempertimbangkan nilai manfaat dan dampaknya," ujar Mazdon, Sabtu (4/7).

Baca juga: Minim Pendaftar, Sekolah Rakyat Sumenep Kurang Diminati Lantaran Orang Tua Masih Ragu


Ia menjelaskan, wartawan dituntut memegang teguh prinsip kejujuran, independensi, objektivitas, dan tanggung jawab. Selain itu, informasi yang dipublikasikan juga harus memenuhi unsur nilai berita agar bermanfaat bagi masyarakat.


Sesi berikutnya diisi oleh Syamsuni yang mengupas sejarah perkembangan jurnalistik, etika profesi wartawan, hingga teknik investigasi, terutama dalam membedah persoalan di sektor perbankan.


Menurutnya, kemampuan menganalisis sebuah peristiwa menjadi bekal penting bagi seorang jurnalis. Karena itu, wartawan tidak cukup hanya melihat fakta yang tampak di permukaan, tetapi juga harus mampu menelusuri penyebab dan rangkaian fakta yang membentuk suatu peristiwa.


"Kita melihat tembok jangan hanya warnanya, tetapi juga harus melihat apa saja yang menyusun tembok itu. Ada batu bata, semen, dan kerja tukang yang menyusunnya," ungkapnya.


Pelatihan berlangsung interaktif. Sesi diskusi dimanfaatkan peserta untuk berkonsultasi mengenai teknik peliputan, penulisan berita, hingga tantangan profesi wartawan di era digital. Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para pemateri.

Baca juga: Tabebuya Bermekaran, Jalan Dr. Cipto Sumenep Diserbu Warga Pemburu Foto


Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif peserta, panitia menyerahkan hadiah kepada peserta terbaik pada akhir kegiatan.


Di tempat yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Nasy'atul Muta'allimin, KH A. Dardiri Zubairi, melalui Ketua LPM Palotan Ahmad Alan Romdani, berharap pelatihan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas literasi mahasiswa sekaligus menumbuhkan karakter jurnalis yang bertanggung jawab.


"Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir lebih banyak mahasiswa yang memiliki keberanian, kepekaan sosial, dan menjunjung tinggi etika jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat," kata Ahmad Alan Romdani.

 

Editor : Ratno

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru