Pendampingan SIG Cetak 36 UMKM Baru di Desa Glondonggede Tuban

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Pengusaha olahan ikan asap binaan SIG, Kusmiyatun (tengah), melayani pembelian produk ikan asap di Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. (Dok/SIG)

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Desa Glondonggede, Kabupaten Tuban, berhasil mendorong pertumbuhan 36 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kurun empat tahun terakhir.

Jumlah tersebut tumbuh secara bertahap, yakni 16 UMKM pada 2022, kemudian bertambah 15 UMKM pada 2023, serta lima UMKM baru sepanjang 2024 hingga 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya SIG memperkuat perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Baca juga: SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Biaya Peternak di Aceh Turun hingga 60 Persen

Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berupa bantuan sarana produksi, tetapi juga mencakup pelatihan keterampilan dan pemasaran. Melalui pola pendampingan menyeluruh, para pelaku usaha didorong agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dan memiliki daya saing yang lebih baik.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan salah satu strategi perusahaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca juga: SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah di Kawasan Padat Lewat Layanan Beton MiniMix

"SIG percaya bahwa keberhasilan perusahaan harus berjalan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong masyarakat sekitar agar mampu tumbuh mandiri dan memiliki daya saing melalui pengembangan UMKM," ujar Vita.

Manfaat program tersebut mulai dirasakan para pelaku usaha. Kusmiyatun, pelaku usaha olahan ikan asap di Desa Glondonggede, mengaku fasilitas yang diberikan SIG membuat tempat usahanya menjadi lebih nyaman sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan.

Baca juga: Transformasi SDM Berbuah Prestasi, SIG Borong Tiga Penghargaan HR Excellence 2026

Selain meningkatkan kapasitas produksi, pendampingan juga membuka akses pasar yang lebih luas. Produk makanan ringan hasil UMKM binaan kini telah dipasarkan di sejumlah toko modern dan pusat oleh-oleh di Kabupaten Tuban. Perluasan pasar itu turut meningkatkan omzet hingga jutaan rupiah setiap bulan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi warga.

SIG menyatakan akan terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat dengan mendorong UMKM naik kelas, memperkuat daya saing produk lokal, serta membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan. Desa Glondonggede diharapkan menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru