KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Timur (MW KAHMI Jatim) resmi memulai rangkaian kegiatan menuju Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-VI.
Momentum strategis tersebut dikemas melalui gelaran religius-kultural bertajuk "Gebyar Muharram MW KAHMI Jatim & Launching Logo Muswil VI KAHMI Jatim Tahun 2026" yang dihelat khidmat di Gedung Gradika Pendopo Kota Pasuruan, Minggu (28/6/2026).
Baca juga: Ratusan KK Alami Kekeringan Dua Bulan, Warga Jember Mengaku Belum Dapat Bantuan Air Bersih
Ajang akbar ini dibuka dengan nuansa spiritual yang kental melalui penampilan selawat Banjari serta penyerahan santunan kepada sejumlah anak yatim. Tidak hanya itu, kemeriahan panggung pra-acara juga diwarnai dengan pengumuman pemenang sayembara kreatif berskala regional dengan total hadiah mencapai Rp12 juta.
Penghargaan diberikan kepada pemenang lomba desain logo Muswil VI serta pemenang lomba karya tulis ilmiah yang naskahnya akan dibukukan secara legal dan diluncurkan tepat pada saat pelaksanaan Muswil mendatang.
Dalam pembacaan Surat Keputusan (SK) resmi oleh panitia, disepakati penetapan susunan kepengurusan Organizing Committee (OC) yang dikomandani oleh Ulil Hartono M.Si, sekaligus penetapan Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, sebagai lokasi definitif pelaksanaan Muswil VI KAHMI Jatim 2026.
Setelah peluncuran logo secara simbolis, Koordinator Presidium MW KAHMI Jatim, Dr. Agus Machfud Fauzi, M.Si, menegaskan bahwa agenda di Kota Pasuruan ini merupakan bagian dari rantai road show konsolidasi organisasi.
Agus Machfud memaparkan bahwa road show sengaja digulirkan secara maraton untuk memantik animo dan energi positif dari seluruh cerdik cendekia alumni HMI di Jawa Timur.
"Melalui iklim konsolidasi yang sehat ini, Muswil VI diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas reorganisasi di atas kertas, melainkan mampu melahirkan nakhoda dan struktur kepemimpinan baru yang responsif, berintegritas, serta mampu membawa lambang organisasi berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah," terangnya.
Agenda utama yang dihadiri ratusan alumni dari berbagai daerah ini juga melahirkan catatan kritis yang mendalam bagi internal organisasi. Wali Kota Pasuruan, Dr. Adi Wibowo, S.TP, M.Si, selaku tuan rumah, melontarkan refleksi tajam mengenai fenomena penurunan kuantitas Latihan Kader (LK) HMI di tingkat mahasiswa saat ini.
Menurutnya, hal ini merupakan pekerjaan rumah (PR) kolektif yang berat bagi seluruh alumni yang kini telah berdiaspora di berbagai sektor strategis negeri.
"Saat zaman kami ber-HMI dahulu, kita mampu meng-LK-kan hingga ratusan mahasiswa dalam satu gelombang, sedangkan saat ini angkapnya menyusut hingga hanya puluhan saja. Padahal, saat ini alumni HMI telah menyebar di segala lini dan mengambil peran krusial di berbagai bidang. Ini harus menjadi perhatian bersama untuk memperkuat kembali fondasi kaderisasi di tingkat bawah," tegas Dr. Adi Wibowo dalam sambutannya.
Sejalan dengan tantangan penguatan kapasitas kader, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A, yang hadir memberikan motivasi, mengajak keluarga besar KAHMI untuk mengubah haluan pengabdian secara konkret ke tingkat akar rumput. Riza Patria menjelaskan bahwa arah kebijakan pembangunan nasional di bawah kepemimpinan presiden saat ini sangat bertumpu pada program-program berbasis perdesaan.
"Oleh karena itu, KAHMI dan HMI harus proaktif menyiapkan kader-kader sosiopreneur dan kepemimpinan terbaiknya untuk kembali ke daerah asal demi memakmurkan dan menggerakkan potensi ekonomi desa," pungkasnya.
Rangkaian acara berbobot ini kemudian ditutup dengan siraman rohani dan tausiyah kebangsaan yang disampaikan secara mendalam oleh Guru Besar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Prof. Dr. H. Syafiq Abdul Mughni, serta diperkuat oleh kehadiran Presidium MN KAHMI sekaligus Anggota DPD RI, Prof. Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si
Editor : Fatih