KLIKJATIM.COM | Gresik – Prestasi akademik membanggakan diraih Wildah Nurul Islami, pengurus Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (BP3MNU) Randegansari, Driyorejo, Gresik. Ia berhasil meraih gelar doktor ke-16 di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dengan predikat Dengan Pujian.
Gelar tersebut diperoleh melalui disertasi berjudul "Wacana Tafsir Humanistik Abdurrahman Wahid terhadap Ayat-Ayat Kemanusiaan Perspektif Maqāṣid al-Qur'ān Ṭāhā Jābir Al-'Alwānī". Penelitian itu mengkaji sekaligus merumuskan secara sistematis metodologi tafsir humanistik KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang selama ini tersebar dalam berbagai tulisan, ceramah, dan refleksi sosial.
Saat dihubungi, Sabtu (27/6/2026), Wildah menjelaskan penelitian tersebut berangkat dari kegelisahannya terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang terus berkembang. Menurutnya, pemikiran Gus Dur menawarkan perspektif yang relevan untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an secara kontekstual dan menjawab tantangan sosial masa kini.
"Penelitian ini merupakan studi tokoh dengan menggunakan karya-karya Abdurrahman Wahid sebagai sumber utama, khususnya yang terdokumentasi di Gusdur.net. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan maqāṣid al-Qur'ān yang dikembangkan Ṭāhā Jābir Al-'Alwānī karena relevan untuk membaca penafsiran ayat-ayat kemanusiaan berdasarkan nilai-nilai universal Al-Qur'an," ujarnya.
Dari penelitian tersebut, Wildah menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, rekonstruksi epistemologi tafsir humanistik Gus Dur melalui dua tahapan penafsiran, yakni micro interpretation yang berfokus pada analisis tekstual dan macro interpretation yang menghubungkan pesan Al-Qur'an dengan realitas sosial.
Baca juga: Saatnya Pemkab Gresik Menggeser Fokus Pelatihan Kerja ke Sektor Digital
Kedua, ia menemukan dimensi maqāṣid insāniyyah dalam tafsir Gus Dur yang bertumpu pada tiga nilai fundamental, yakni tauhid, tazkiyah, dan 'umrān.
Temuan ketiga berupa model tafsir humanistik reflektif yang menghubungkan nilai-nilai dasar Al-Qur'an dengan praktik kehidupan sosial melalui proses tadabbur. Model tersebut menempatkan nilai tauhid sebagai penghormatan terhadap martabat manusia dan kebebasan beragama, tazkiyah sebagai landasan kesetaraan gender dan keadilan sosial, serta 'umrān sebagai pijakan pembangunan ekonomi kerakyatan, demokrasi, dan perlindungan terhadap kelompok rentan.
Wildah berharap hasil penelitiannya dapat memperkaya kajian tafsir Al-Qur'an agar lebih kontekstual, reflektif, dan responsif terhadap persoalan kemanusiaan kontemporer. Ia juga berharap dapat mewujudkan cita-cita Gus Dur untuk menghadirkan tafsir ayat-ayat Al-Qur'an yang lebih membumi sebagaimana pernah disampaikan dalam tulisan NU dan Tafsir Baru.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar BP3MNU Randegansari dan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan studi tafsir yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal.
Editor : Abdul Aziz Qomar