EMCL Gelar Lokakarya Media, Bahas Etika Pers di Tengah Perkembangan AI

Reporter : M Nur Afifullah
Lokakarya Media 2026 yang digelar ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)

KLIKJATIM.Com | Yogyakarta – Kehadiran Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar dalam dunia jurnalistik. Di tengah derasnya arus informasi yang diproduksi teknologi berbasis algoritma, insan pers dituntut tetap mengedepankan etika, akurasi, dan proses verifikasi.

Hal itu menjadi fokus dalam Lokakarya Media 2026 yang digelar ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di The Jogja Hotel, Yogyakarta, pada 17-19 Juni 2026. Kegiatan bertema “Etika, Akurasi, dan Inovasi Jurnalistik di Era Akal Imitasi” tersebut diikuti puluhan jurnalis dari Bojonegoro dan Tuban yang berasal dari berbagai platform media, mulai cetak, televisi, radio hingga media siber.

Baca juga: Sinergi Pemkab dan BUMD, Bojonegoro Borong Piala Regional Economic Award 2026

Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Muhammad Jazuli, hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjaga independensi dan verifikasi di tengah masifnya penggunaan AI yang mampu menghasilkan teks maupun visual dalam waktu singkat.

Menurut Jazuli, secanggih apa pun perkembangan teknologi, esensi jurnalisme tetap berada pada proses konfirmasi dan verifikasi fakta di lapangan. “Secanggih apa pun teknologi, ruh dari jurnalisme tetap berada pada konfirmasi di lapangan dan hati nurani manusia,” tegasnya di hadapan peserta.

Sementara itu, External Relations Coordinator Public and Government Affairs EMCL, Rifqi Ramadan, mengatakan, lokakarya tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama insan pers di wilayah operasional.

Baca juga: Padukan G7KAIH dan Program Gayatri, Arumi Bachsin Genjot Karakter Serta Gizi Ribuan Anak Bojonegoro

Ia menilai peran media sangat penting dalam mendukung penyebaran informasi yang akurat dan berimbang terkait operasional objek vital nasional di Blok Cepu. “Kami sangat mengapresiasi rekan-rekan jurnalis yang selama ini terus memegang teguh kaidah jurnalistik, termasuk prosedur konfirmasi ke internal perusahaan. Komunikasi yang sehat ini membantu publik mendapatkan informasi yang akurat,” ujar Rifqi.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro, Sasmito Anggoro. Menurutnya, pelatihan peningkatan kapasitas yang difasilitasi EMCL sangat relevan dengan tantangan profesi wartawan saat ini.

Baca juga: Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 10,3 Juta Batang

“Untuk kesekian kalinya, kami difasilitasi untuk menyerap ilmu dan wawasan baru yang sangat relevan dengan dinamika profesi saat ini. Diskusi mengenai dampak kecerdasan buatan terhadap etika pers ini menjadi refleksi penting bagi kami di daerah,” katanya.

Lokakarya yang dipandu Al Maliki Ukay Sukaya Subqi berlangsung interaktif hingga hari terakhir. Selain mendapatkan materi dari Dewan Pers, peserta juga berdiskusi mengenai tantangan industri media, strategi bertahan di era digital, hingga peluang inovasi model bisnis media di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru